Dua Pintu Terowongan Nanjung Sudah Dibuka, Banjir Tetap Merendam Kawasan Dayeuhkolot, Kenapa Ya?

Fungsi kolam retensi dan polder ini untuk menampung air sementara dan memompa air saat banjir.

Dua Pintu Terowongan Nanjung Sudah Dibuka, Banjir Tetap Merendam Kawasan Dayeuhkolot, Kenapa Ya?
Istimewa
Proyek pembuatan terowongan Curug Jompong di Nanjung Kabupaten Bandung akan rampung pada akhir 2019 ini. 

Laporan Wartawan Tribun, M Syarif Abdussalam

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Banjir yang menggenangi lima kecamatan di Kabupaten Bandung dan satu kecamatan di Kota Bandung, Sabtu (25/1), salah satunya dipicu oleh hujan yang turun dengan intensitas atau curah hujan sangat tinggi sejak tiga hari sebelumnya di Bandung Raya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Barat, Supriyatno, mengatakan curah hujan tertinggi bahkan sampai 551 mm per hari. Angka ini lebih tinggi daripada hujan deras yang terjadi pada 17 Desember 2019 dan menyebabkan banjir di selatan Bandung, yakni 424 mm per hari.

"Sudah tiga hari berturut-turut, hujan deras turun sampai 551 mm per hari. Biasanya hujan 100 sampai 200 mm per hari. Ini menyebabkan banjir di Bojongsoang, Dayeuhkolot, Baleendah, Majalaya, dan Rancaekek, antara 10 cm sampai 170 cm," kata Supriyatno saat mengunjungi Baleendah, Sabtu (25/1).

Menurutnya, sejak akhir 2019 telah ada dua tunnel atau terowongan air di Nanjung yang mempercepat aliran air Sungai Citarum ke Saguling. Dengan demikian, seperti saat banjir akhir tahun lalu, air cepat surut dalam hitungan jam.

"Tapi sekarang ada masalah. Hujan lebat ini membawa serta sedimentasi lumpur dari hulunya. Hampir setengah yang masuk ke Citarum itu lumpur. Akhirnya terjadi pelambatan arus antara Baleendah sampai Curug Jompong," katanya.

Padahal, kata Supriyatno, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum sudah membuka dua tunnel atau terowongan air di Nanjung tersebut sekaligus. Hal ini menjadi evaluasi bersama untuk selanjutnya memperbaiki penataan di kawasan hulu Citarum supaya tidak membawa lumpur ke Citarum.

"Karena sudah lama digunakan, sampai sebulan, ada endapan dari Baleendah sampai Curug Jompong. Dari Kertasari ini membawa lumpur banyak sekali. Jadi harus ada pengerukan sedimentasi di Citarum," ujarnya.

Teddy Curhat Soal Autopsi Lina, Mantan Istri Sule, Dia Ngaku Mau Pingsan Lihat Autopsi, Dihujat

Lucinta Luna Dicium Abash, Ekspresi Lucinta Luna Bikin Netizen Ngakak, Dibilang Makin Mirip Pria

Penampilan Mulan Jameela Dikritik saat Rapat DPR, Saltum Celananya Disebut Kayak Mau Piknik

Di Kabupaten Bandung, katanya, terdapat sekitar 6.620 rumah atau keluarga yang terendam banjir. Namun, sebagian besar bertahan di rumahnya masing-masing dan hanya sekitar 220 orang yang mengungsi.

Kepala Dinas Sumber Daya Air Provinsi Jawa Barat Linda Al Amin mengatakan mengatasi masalah banjir di Citarum memang harus dilakukan dari berbagai sektor dan oleh semua pihak terkait. BBWS Citarum, katanya, sudah melakukan langkah penanggulangan banjir dengan pengoperasian Terowongan Nanjung.

Halaman
123
Editor: Machmud Mubarok
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved