4 Desa di Dayeuhkolot Plus 3 Bangunan SD Terendam Banjir, Puluhan Orang Mengungsi, Air Cepat Surut

untuk di wilayah Dayeuhkolot salah satu penyebab meluapnya air Citarum ke Dayeuhkolot karena tidak adanya pintu air.

4 Desa di Dayeuhkolot Plus 3 Bangunan SD Terendam Banjir, Puluhan Orang Mengungsi, Air Cepat Surut
Tribun Jabar/Gani Kurniawan
Pengguna jalan naik perahu melitasi genangan banjir di Kampung Babakan Sangkuriang, Desa/Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Jumat (24/1/2020). Banjir akibat dari meluapnya Sungai Citarum saat hujan deras dan merata mengguyur Bandung itu menghambat aktivitas warga yang biasa memanfaatkan akses jalan pintas lewat jembatan gantung dari Babakan Sangkuriang, Kecamatan Dayeuhkolot ke Kampung Parunghalang Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung atau sebaliknya. 

Laporan Wartawan Tribun, Lutfi Ahmad Mauludin

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Dayeuhkolot dan Beleendah Kabupaten Bandung yang sejak kemarin terendam banjir akibat luapan air Sungai Citarum.

Menurut Kapolsek Dayeuhkolot, Kompol Suderajat, di Dayeuhkolot terdapat 4 desa yang terendam banjir, yakni Pasawahan RW 2, Desa Cangkuang Wetan RW 1, Desa Dayeuhkolot, dan Desa Citeureup.

"Desa Dayeuhkolot yang paling banyak terendam banjir, yakni RW 1, 2, 3, 4, 5, 8, 9,10, 11, 12, 13, dan 14, dan Desa Citeureup yakni RW 1, 2, 3, dan 14," ujar Suderajat, di Mapolsek Dayeuhkolot, setelah memantau banjir, Jumat (24/1/2020).

Suderajat memaparkan, untuk di wilayah Dayeuhkolot salah satu penyebab meluapnya air Citarum ke Dayeuhkolot karena tidak adanya pintu air.

"Jadi langsung blong ke Sungai Citarum, seandainya air Sungai Citarum naik otomatis akan balik dan masuk ke permukiman. Hambatannya itu masih ada dua pintu yang terbuka," kata dia.

Suderajat menjelaskan, kalau hujan debit air Citarum naik dan air dari kota ini masuk ke perkampungan menambah beban lagi ke Dayeuhkolot.

"Maka tetap yang saya harapkan pintu air ada dan ada pompa air di wilayah dayeuh kolot, untuk menyedot air dari wilayah permukiman warga," tuturnya.

Penampilan Mulan Jameela Dikritik saat Rapat DPR, Saltum Celananya Disebut Kayak Mau Piknik

Vina Drop Saat Video Mesum 3 Lawan 1 Vina Garut Diputar di Persidangan, Pemeran Cowok Bilang Fantasi

Bibi Ardiansyah Blak-blakan Umbar Rahasia Malam Pertama dengan Vanessa Angel: Begini Rasanya

Adapun fasilitas umum yang tergenang banjir, kata Suderajat,  seperti bank sampah, MCK masih berfungsi tapi tidak maksimal karena ada di daerah bantaran kali didaerah banjir walau MCK nya berada di atas.

"Bank sampah, penyimpanan bank sampah itu dipinggir Sungai, jadi seandainya debit air besar maka sampahnya terbawa air ke Citarum, berarti itu harus diperbaiki tatanannya," ucaonya.

Halaman
1234
Editor: Machmud Mubarok
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved