Breaking News:

Presiden Jokowi Minta Prabowo Subianto Beli Alutsista Teknologi Tinggi Seperti Drone Bersenjata

Jokowi juga bicara soal perkembangan artificial intelligence yang saat ini bergerak pada teknologi otonomus. Juga sensor yang mengarah ke penginderaan

Editor: Machmud Mubarok
Twitter Pramono Anung
Presiden Jokowi saat bertemu dengan Prabowo Subianto, Sabtu (13/7/2019). 

"Jadi PT Dirgantara Indonesia (Pesero), nanti ke depan kalau perlu sampai 15 tahun ke depan supaya bisa mencapai visinya Presiden. PT Dirgantara Indonesia harus kuat, " lanjut dia.

Secara spesifik, Trenggono mencontohkan pengembangan pesawat CN235 yang akan diperkuat.

"Khususnya yang kuat di CN235, kami berharap nanti dalam konsolidasi ini itu dengan seluruh angkatan untuk menggunakan seluruh pesawat angkutnya dari PT Dirgantara Indonesia," ungkap Trenggono.

Hal yang sama juga berlaku untuk pengembangan kapal. "Demikian juga kapal. Kita juga ingin membangun kapal, jadi kita berharap angkatan laut membangun kapal di PT PAL, " tambah Trenggono.

Kesejahteraan Prajurit

Presiden Joko Widodo meminta Menteri Pertahanan  Prabowo Subianto membuat rencana strategis untuk meningkatkan kesejahteraan prajurit TNI.

Hal ini disampaikan Jokowi saat memberi arahan dalam rapat pimpinan Kementerian Pertahanan di Jakarta, Kamis (23/1/2020).

"Yang terakhir, saya minta juga supaya renstra untuk kesejahteraan prajurit," kata Jokowi.

Jokowi menyebut banyak aspek yang harus diperhatikan dalam menyusun renstra kesejahteraan prajurit ini, mulai dari fasilitas perumahan, fasilitas kesehatan hingga tunjangan kinerja.

Menurut dia, semua hal itu harus diperhatikan dengan baik karena seluruh prajurit TNI sudah berjuang untuk NKRI. Sebagian harus ditugaskan di medan yang sulit.

"Dan saya mengapresiasi bagi prajurit-prajurit kita yang bertugas di lokasi-lokasi tersulit. Saya lihat kemarin saya ke Natuna ada markas baru marinir, ada markas TNI komposit di sana, juga ada non-kombat," kata Jokowi yang belum lama ini berkunjung ke Natuna.

Jokowi memastikan pemerintah akan terus berupaya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di TNI.

Salah satunya adalah dengan melakukan perubahan struktur organisasi TNI. Restrukturisasi itu berdampak menambah posisi bagi perwira tinggi dan menengah.

Selain itu, Jokowi juga kembali menyinggung soal rencana merevisi UU Nomor 34 tahun 2004 tentang TNI untuk memperpanjang masa pengabdian Bintara dan Tamtama.

"Perwira bintara dan tamtama yang selama ini usia pensiun 53 tahun akan kita usulkan untuk diubah menjadi 58 tahun," ucap Jokowi. (*)

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved