Breaking News:

Presiden Jokowi Minta Prabowo Subianto Beli Alutsista Teknologi Tinggi Seperti Drone Bersenjata

Jokowi juga bicara soal perkembangan artificial intelligence yang saat ini bergerak pada teknologi otonomus. Juga sensor yang mengarah ke penginderaan

Editor: Machmud Mubarok
Twitter Pramono Anung
Presiden Jokowi saat bertemu dengan Prabowo Subianto, Sabtu (13/7/2019). 

Hal itu disampaikan Prabowo saat memberikan sambutan dalam rapat pimpinan (rapim) Kemenhan, TNI, dan Polri di Kantor Kemenhan, Jakarta Pusat, Kamis (23/1/2020).

"Tema rapim Kemenhan, TNI dan Polri kali ini adalah 'Pertahanan Semesta yang Kuat Menjamin Kelangsungan Hidup NKRI'. Tema ini mengajak kita untuk turut membangun sistem pertahanan yang kuat," ujar Prabowo.

Seluruh Tenaga Honorer di Seluruh Indonesia Akan Dihapus, Ada 3 Jabatan yang Diupayakan ke P3K

Bubah Alfian Tempelkan Badan ke Badan Bunga Citra Lestari, Peluk Mesra BCL dari Belakang, Dihujat

ZODIAK CINTA BESOK Jumat 24 Januari 2020: Cinta Taurus Berubah, Capricorn Dengarkan Suara Hati

"Dengan memanfaatkan sumber daya nasional, baik SDA, SDM maupun sumber daya buatan dalam satu kesemestaan," tutur mantan Panglima Kostrad dan Danjen Kopassus ini.

Hal ini, kata Prabowo, dilakukan secara semesta, terpadu, terarah dan keberlanjutan untuk menjamib kelangsungan hidup NKRI yang berdasarkan pancasila dan UUD 1945.

"Dengan demikian, kita harus bersatu untuk tetap menegakkan kedaulatan negara, keutuhan wilayah dan keselamatan segenap bangsa Indonesia. Guna menghadapi berbagai ancaman dan tantangan di masa depan," tutur Prabowo.

Lebih lanjut Prabowo menuturkan, rapim Kemenhan, TNI dan Polri diikuti oleh 534 peserta.

"Selanjutnya akan dilaksanakan penyerahan kebijakan anggaran 2020 kepada Panglima TNI, KASAD dan Sekjen Kemenhan yang akan menjadi pertahanan negara 2020," ucap Prabowo.

Perkuatan Pertahanan

Wakil Menteri Pertahanan Sakti Wahyu Trenggono mengatakan, pihaknya akan fokus memperkuat program pertahanan pada 2020. Program pertahanan tahun sebelumnya yang belum terlaksana secara maksimal akan dievaluasi kembali.

"(Fokus kami) memperkuat pertahanan. Seluruh (program) kami evaluasi. Yang ada kami jalankan," ujar Trenggono di Kantor Kemenhan, Jakarta Pusat, Rabu (22/1/2020).

"Misalnya pesawatnya yang belum bisa terbang, kita terbangkan dan seterusnya ya. Jadi seluruhnya ada tiga aspek, yakni darat, laut dan udara, " lanjut dia.

Secara umum, Tranggono mengatakan, pemerintah ingin mengembangkan industri pertahanan dalam negeri.

"Mimpinya itu seperti Defense Advanced Research Projects Agency (DARPA) atau badan proyek riset lanjut pertahanan Amerika Serikat," ungkap Trenggono.

Salah satu usaha untuk mencapai penguatan industri pertahanan itu menyasar industri dirgantara.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved