Jelang Seleksi Kompetensi Dasar CPNS Majalengka, Bupati Imbau Waspada Oknum yang Janjikan Kelulusan

Imbauan ini dikeluarkan menjelang dimulainya tahapan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) perekrutan CPNS di Kabupaten Majalengka.

Jelang Seleksi Kompetensi Dasar CPNS Majalengka, Bupati Imbau Waspada Oknum yang Janjikan Kelulusan
Tribuncirebon.com/Eki Yulianto
Bupati Majalengka, Karna Sobahi. 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNCIREBON.COM, MAJALENGKA - Bupati Majalengka, Karna Sobahi mengimbau kepada seluruh peserta seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) untuk tidak terjebak bujukan oknum yang menjanjikan kelulusan.

Imbauan ini dikeluarkan menjelang dimulainya tahapan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) perekrutan CPNS di Kabupaten Majalengka.

Menurutnya, jika para peserta menemui oknum semacam itu, segera melaporkan ke aparat yang berwenang.

Sebab, belakangan ini mulai bermunculan oknum dan mafia yang menawarkan jasa atau iming-iming sanggup meloloskan peserta seleksi CPNS.

"Pokoknya jiwa menemui oknum atau ada yang menjanjikan kelulusan menjadi PNS itu tidak benar," ujar Karna, Kamis (23/1/2020).

Karna menyampaikan, hal ini tentu meresahkan bagi para peserta apalagi jika dimintai imbalan tertentu.

Disampaikannya, apalagi jika oknum tersebut mencatut nama pemerintah, ditakuti berpotensi mencoreng nama baik Pemkab Majalengka.

Ada Pemeliharaan Jaringan, ULP Majalengka Bakal Padamkan Listrik di Sejumlah Wilayah, di Mana Saja?

Menikah 7 Tahun hingga Punya Anak, Si Istri Baru Tahu Kalau Suaminya TNI Gadungan, Pistolnya Mainan

"Oleh karena itu, saya minta kepada seluruh peserta dan masyarakat, bila ada oknum yang menawarkan atau menjajikan akan dapat kelulusan bisa diatur apalagi pakai tarif uang. Untul segera melaporkan kepada aparat penegak hukum,” ucapnya.

Mantan Kepala Disdik Majalengka itu menjelaskan, mengacu pada sistem yang digunakan dalam proses seleksi CPNS saat ini, sangat mustahil seseorang bisa mengatur skor apalagi dapat meloloskan peserta dari lubang jarum.

Sebab, sistem saat ini yang bisa menggolkan lulus tidaknya seorang peserta seleksi adalah peserta yang bersangkutan itu sendiri ketika mengerjakan soal-soal dengan metode conputer asissted test (CAT).

“Yang bisa menentukan lulus tidaknya itu hanya yang bersangkutan peserta seleksi, sebab saat itu pula hasil skoring dari pengerjaan soal langsung bisa diketahui. Sistem yang digunakan dalam seleksi sangat mustahil seseorang bisa mengatur skor dan kelulusan peserta seleksi,” kata Karna.

Menyikasi hal itu, Pemkab Majalengka telah membuka layanan pengaduan semacam ini di kantor BKPSDM, agar diarahkan untuk diproses ke aparat penegak hukum.

Penulis: Eki Yulianto
Editor: Mumu Mujahidin
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved