Breaking News:

Susi Pudjiastuti Sebut Politisi, Aparat dan PNS Main di Jaringan Kartel Ikan Sebelum Ia Jadi Menteri

Suatu kali, ketika tengah terbang menggunakan pesawatnya, dia melihat banyak kapal besar di Perairan Indonesia.

Editor: Mumu Mujahidin
Tribunnews
Susi Pudjiastuti 

TRIBUNCIREBON.COM - Menteri Kelautan dan Perikanan periode 2014-2019, Susi Pudjiastuti menceritakan ihwal perlawanannya terhadap kartel ikan yang beroperasi secara terstruktur di Perairan Indonesia.

Susi mengaku kali pertama mengetahui adanya pencurian ikan pada 2005 saat sudah memiliki pesawat yang digunakan untuk mengekspor ikan.

Suatu kali, ketika tengah terbang menggunakan pesawatnya, dia melihat banyak kapal besar di Perairan Indonesia.

Tak Setuju Rencana Pemerintah Kirim Nelayan Pantura ke Natuna, Ini Alasan Susi Pudjiastuti

Tes Kepribadian: Pemakaian Jam Tangan Bisa Menunjukkan Kepribadian Anda, di Kanan atau di Kiri?

Sejak temuan itu, Susi langsung mempelajari apa yang dilakukan kapal-kapal besar tersebut.

Hasilnya, ia tahu bahwa kapal-kapal besar itu ternyata tengah melakukan illegal fishing.

"Saya sudah pernah bicara di media tahun 2005 (illegal fishing). Jadi, jauh sebelum jadi menteri saya sudah melawan illegal fishing. Nah setelah jadi menteri, saya pakai semua wewenang yang ada untuk menumpas illegal fishing," ujar Susi saat menghadiri diskusi "Sengketa Natuna dan Kebijakan Kelautan" di Kantor DPP PKS, Jakarta, Senin (20/1/2020).

Susi mengatakan, akibat praktik illegal fishing, terjadi penurunan jumlah nelayan.

Sejak 2003 hingga 2013, jumlah nelayan turun dari 1,6 juta rumah tangga menjadi 800.000 rumah tangga nelayan.

Sebut Wajar Susi Marah saat Natuna Diusik, Dedi Mulyadi: Dia Punya Hubungan Emosional dengan Laut

ZODIAK BESOK Kamis 23 Januari 2020: Cancer Kehilangan Fokus, Pisces Dapat Kabar Baik

Penurunan jumlah rumah tangga tak lepas dari semakin susahnya mencari ikan akibat illegal fishing.

Terlebih, illegal fishing dilakukan kapal-kapal besar.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved