Kades Jayi Berharap Jembatan Ciherang Yang Ambruk Segera Diperbaiki

Kepala Desa Jayi, Kabupaten Majalengka, Wasta menginginkan Jembatan Ciherang yang ambruk itu segera diperbaiki.

Tribuncirebon.com/Eki Yulianto
Kepala Desa Jayi, Wasta 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNCIREBON, MAJALENGKA- Kepala Desa Jayi, Kabupaten Majalengka, Wasta menginginkan Jembatan Ciherang yang ambruk itu segera diperbaiki.

Pasalnya, jembatan yang memiliki panjang 16 meter itu merupakan jalur tercepat yang menghubungkan antara Desa Jayi, Kecamatan Sukahaji dan Desa Cisetu, Kecamatan Rajagaluh.

PASANGAN Kekasih di Papua Live Streaming Facebook Adegan Panas di Hotel, Berakhir Tragis

"Soalnya selama ini jembatan ini sering dimanfaatkan oleh masyarakat khususnya dua desa tersebut," ujar Wasta, Selasa (21/1/2020).

Wasta menyampaikan, keinginannya tersebut bukan tanpa alasan. Sebab selama ini perekonomian warga untuk membeli dan menjual hasil panen dan kerajinan harus melalui jembatan tersebut.

Oleh karena itu, pihaknya hanya berharap proses pembangunan Jembatan Ciherang segera diperbaiki dengan lebih baik.

Debit Air Lampaui Batas Jadi Penyebab Jembatan Ciherang Majalengka Ambruk

"Sekali lagi, mohon untuk dipercepat dibangun kembali agar kehidupan masyarakat kami tentunya Desa Jayi dan Desa Cisetu untuk bisa lebih mudah dalam hal transportasi dan mencari kehidupannya," ucapnya.

VIRAL Surat Warga Jepang Kagum dengan Tenaga Kebersihan Bandara Soekarno-Hatta, Begini Suratnya

Sementara, salah satu warga Desa Jayi, Ade (40) mengatakan, ambruknya Jembatan Ciherang menyebabkan dirinya harus memutar terlebih dahulu melalui jalan raya Sukahaji-Rajagaluh yang memerlukan jalur tempuh sepanjang 5 km.

Dirinya yang memiliki barang dagangan di Pasar Rajagaluh itu untuk sementara waktu harus rela mengeluarkan  biaya untuk mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM) dari biasanya.

"Saya setiap harinya bolak balik Rajagaluh, tapi jembatannya malah putus. Jadi harus muter ke Salagedang yang jaraknya 5 km. Biasanya kalau lewat sini (jembatan Ciherang) hanya menempuh jarak 1,5 km," kata Ade.

 Ade hanya berharap jembatan yang memiliki lebar 3 meter yang menghubungkan dua desa tersebut segera diperbaiki.

Gara-gara Cukur Alis, Siswi SMA Dihina Oleh Guru, Disebut Anak Jin & Disuruh Merangkak di Lapangan

Agar, masyarakat dapat kembali memanfaatkan dan mempersingkat waktu untuk menjalani kehidupan sehari-hari.

Penulis: Eki Yulianto
Editor: Mutiara Suci Erlanti
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved