Minta SLB Gelora Karya Pindah, RS Cideres Majalengka Masih Izinkan Sekolah Laksanakan Ulangan

Adapun isi surat tersebut menyatakan, lahan yang kini digunakan untuk KBM murid SLB itu nantinya bakal dibangun gedung Isolasi.

Minta SLB Gelora Karya Pindah, RS Cideres Majalengka Masih Izinkan Sekolah Laksanakan Ulangan
Tribuncirebon.com/Eki Yulianto
Direktur RS Cideres Majalengka, Asep Suandi 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNCIREBON, MAJALENGKA - Rumah Sakit (RS) Cideres Majalengka telah melayangkan surat pemberitahuan kepada pihak Sekolah Luar Biasa (SLB) Gelora Karya untuk mengosongkan lahan sekolah karena ingin dibangun sebuah gedung.

Adapun isi surat tersebut menyatakan, lahan yang kini digunakan untuk KBM murid SLB itu nantinya bakal dibangun gedung isolasi.

Direktur RS Cideres Majalengka, Asep Suandi mengatakan, pihaknya mengklaim mendapatkan limpahan lahan bekas kantor Kecamatan Dawuan oleh Bupati Majalengka untuk perkembangan pembangunan Rumah Sakit.

Selain itu, katanya, RS Cideres sudah mendapatkan anggaran dari Provinsi untuk membangun gedung Isolasi.

"Untuk proses pembangunannya memang, mau tidak mau semua fasilitas yang ada di lahan tersebut akan terganggu oleh proses pembangunan," ujar Asep saat ditemui di kantornya, Jumat (17/1/2020).

Meski begitu, kata Asep, andai masih kegiatan bersfiat sangat penting seperti ujian sekolah, maka pihak RS Cideres tak melarangnya.

"Kalau memang masih ada kegiatan-kegiatan yang tidak dapat ditinggalkan, kita dapat koordinasikan. Salah satunya, kalau memang ada ulangan sekolah, kalau sempat di situ ya di situ," ucapnya.

Namun, jika tidak sempat dilakukan di lahan tersebut, pihaknya akan mencarikan lokasi untuk tetap melanjutkan proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM).

Asep berharap, mudah-mudahan dengan keinginan tersebut tidak muncul isu bahwa pihak RS Cideres Majalengka akan menggusur SLB Gelora Karya tersebut.

Diberitakan sebelumnya, dengan diterimanya surat pemberitahuan pengosongan lahan yang membawa gedung SLB Gelora Karya membuat pihak sekolah maupun orang tua siswa khawatir.

Pasalnya, hingga saat ini belum ditemukannya lokasi sementara untuk memboyong para siswa yang berjumlah 85 anak tersebut untuk tetap melanjutkan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tersebut.

Penulis: Eki Yulianto
Editor: Fauzie Pradita Abbas
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved