Breaking News:

TKW Asal Indramayu Meninggal di Taiwan

BREAKING NEWS - TKW Asal Indramayu Ini Dikabarkan Meninggal Saat Memandikan Majikannya di Taiwan

berdasarkan informasi yang diterima keluarga, Eti terjatuh dengan kepalanya membentur ubin kamar mandi saat memandikan majikannya itu.

TribunCirebon.com/Handhika Rahman
Foto Eti (37), TKW asal Desa/Kecamatan Losarang, Kabupaten Indramayu yang meninggal akibat kecelakaan kerja di Taiwan, Jumat (17/1/2020). 

Tak Berdaya

Kakak kandung Ayo Sunaryo, Cartini (50) mengatakan, sudah berusaha memulangkan adiknya agar bisa dimakamkan di kampung halaman.

Ia bahkan rela menghampiri setiap tetangga untuk meminjam uang demi kepulangan jenazah adiknya tersebut.

Namun, nominal biaya pemulangan yang sangat besar, yakni Rp 250-300 juta membuatnya tidak berdaya.

Keluarga pun hanya bisa pasrah menerima kenyataan Ayo Sunaryo mesti dimakamkan di Jepang.

 Hendak Pergi Ke Kebun, Sartono Kaget Temukan Pria Tewas Tergantung di Pohon Jati

"Katanya gak bisa di bawa pulang, kalau punya uang 250 atau 300 juta iya boleh dibawa pulang. Tapi saya cari uang segitu banyak dari mana," ucapnya kepada Tribuncirebon.com saat ditemui di rumah duka, Kamis (16/1/2020).

Cartini menceritakan, Ayo Sunaryo berangkat ke Jepang sebagai TKI melalui prosedur ilegal, ia berangkat menggunakan visa turis.

Hal ini yang membuat seluruh biaya meninggalnya Ayo Sunaryo mesti ditanggung keluarga.

Hal tersebut pula yang membuat pemerintah tidak bisa membantu memulangkan jasad adiknya tersebut.

Cartini bahkan mengaku sangat sakit hati saat melihat video-video adiknya itu saat masih hidup.

Terlebih saat pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) mengirimi keluarga video pemakaman Ayo Sunaryo di Jepang.

 Tontowi Ahmad/Apriyani Rahayu Gagal Melaju Ke Perempat Final Indonesia Masters 2020

Tangis keluarga saat itu diceritakan Cartini pecah seketika dan tak berhenti hingga prosesi pemakaman berakhir.

Foto Ayo Sunaryo (34) TKI yang meninggal saat bekerja di Jepang, Kamis (16/1/2020).
Foto Ayo Sunaryo (34) TKI yang meninggal saat bekerja di Jepang, Kamis (16/1/2020). (Tribuncirebon.com/Handhika Rahman)

Kesedihan keluarga juga ditambah dengan banyak tetangga sekampung yang menanyakan kenapa Ayo Sunaryo tidak dibawa pulang.

"Perasaannya itu saya sakit hati sekali setiap melihat video-video Ayo, dia berangkatnya itu kan lagi sembuh, ganteng terus sekarang udah gak ada, wujudnya juga gak ada karena dikubur di sana," ujar dia.

Pantauan Tribuncirebon.com, sorot mata wanita paruh baya itu tampak berkaca-kaca saat menceritakan kejadian yang menimpa adik yang selama ini dia asuh sedari kecil.

Ia juga tidak kuasa menahan raut kesedihan saat menunjukkan kembali video Ayo Sunaryo saat dimakamkan beberapa hari yang lalu di Jepang.

 Setelah Puas Bercinta dengan Suami Orang, Wanita Ini Sebar Sendiri Rekaman Video Adegan Ranjangnya

Air mata pun jatuh mata Cartini mengenang adik yang kini sudah tiada.

Cartini mengaku menyesal tidak bisa membawa adiknya itu pulang ke kampung halaman sehingga terpaksa dimakamkan di Jepang.

"Saya itu orang tidak punya, mau punya rumah juga dulu harus kerja dulu di Arab 8 tahun baru punya rumah, gak berdaya saya tuh," ujar dia.

TKI asal Kabupaten Indramayu meninggal di Jepang

Seorang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Kabupaten Indramayu, Ayo Sunaryo (34) dikabarkan meninggal dunia saat bekerja di Jepang karena sakit kanker otak.

//

Ayo Sunaryo merupakan warga Desa Pegagan, Kecamatan Losarang, Kabupaten Indramayu.

Kakak kandung Ayo Sunaryo, Cartini (50) mengatakan, adiknya tersebut meninggal dunia pada Jumat (10/1/2020) sekitar pukul 09.00 waktu Jepang.

 Setelah Puas Bercinta dengan Suami Orang, Wanita Ini Sebar Sendiri Rekaman Video Adegan Ranjangnya

"Waktu di sini dia gak pernah cerita sakit, tiba-tiba saja bilang sakit kepala. Terus besoknya langsung koma dibawa ke rumah sakit sampai meninggal dunianya," ujar Cartini kepada Tribuncirebon.com saat ditemui di rumah duka, Kamis (16/1/2020).

Cartini mengatakan, mendapat kabar adiknya sakit itu dari rekan Ayo Sunaryo yang sesama TKI di Jepang.

Sementara, kabar Ayo Sunaryo meninggal dunia disampaikan pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Jepang.

Residence Card Japan milik Ayo Sunaryo (34) yang meninggal akibat penyakit kanker otak saat bekerja di Jepang.
Residence Card Japan milik Ayo Sunaryo (34) yang meninggal akibat penyakit kanker otak saat bekerja di Jepang. (ISTIMEWA)

 VIRAL Percakapan Denny JA Minta Jatah Jabatan Komisaris Inalum ke Luhut Panjaitan, Begini Isinya

Hanya saja, yang membuat keluarga terpukul ialah jenazah Ayo Sunaryo rupanya tidak bisa dipulangkan ke Indonesia.

Kendala biaya karena tidak ada pihak yang menanggung biaya meninggalnya Ayo Sunaryo membuat keluarga hanya bisa berpasrah.

Disampaikan Cartini, Ayo Sunaryo merupakan TKI ilegal di Jepang, dia berangkat menggunakan visa turis pada 2017 lalu.

 Asal Usul Kesaktian Ningsih Tinampi, Berawal dari Sakit Hati Suami Selingkuh, Dapat Wejangan Dukun

Hal itu yang mengakibatkan Ayo Sunaryo tidak mendapat bantuan apapun dari pemerintah, termasuk untuk pemulangan jenazah ke Indonesia.

Pihak keluarga diketahui mesti mengeluarkan biaya pribadi sebesar Rp 250-300 juta untuk pemulangan jenazah Ayo Sunaryo jika ingin dikuburkan di Indonesia.

"Dampak dari ilegal ini sih, jadi tidak ada yang mengurus. Terus katanya kalau ibu punya uang Rp 250 atau Rp 300 juta iya boleh dibawa pulang, tapi saya cari uang segitu banyak dari mana," ujarnya.

 Isi Chat Denny JA Minta Jatah Jabatan Komisaris Inalum ke Luhut Tersebar dan Viral, Begini Isinya

Kini, jenazah Ayo Sunaryo sudah di makamkan di Jepang, keluarga pun disampaikan Cartini tidak mengetahui secara pasti lokasi pemakaman Ayo Sunaryo di sana.

"Kalau saya sih pengen dibawa pulang, walaupun orangnya sudah gak ada ya saya pengen dibawa pulang, dimakamin di sini," ujarnya. (*)

Penulis: Handhika Rahman
Editor: Machmud Mubarok
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved