BPBD Pemkab Majalengka Menanam Rumput Vertiver Sebagai Upaya Penanggulangan Bencana Longsor Susulan

Setidaknya ada enam titik yang sudah ditanami dimana lokasi-lokasi tersebut merupakan daerah yang pernah terjadi bencana longsor.

BPBD Pemkab Majalengka Menanam Rumput Vertiver Sebagai Upaya Penanggulangan Bencana Longsor Susulan
Tribun Cirebon/Eki Yulianto
Suasana Rumput Vetiver yang ditanam di 6 titik 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNCIREBON.COM, MAJALENGKA - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Majalengka telah menanam rumput Vetiver sebagai upaya pencegahan bencana longsor susulan.

Setidaknya ada enam titik yang sudah ditanami dimana lokasi-lokasi tersebut merupakan daerah yang pernah terjadi bencana longsor.

"6 lokasi kami lakukan perbaikan tebing longsor ini yaitu di Desa Ampel - Ligung, Desa Liangjulang - Kadipaten, Desa Sindangpano - Rajagaluh, Desa Sukamenak dan Desa Silihwangi - Bantarujeg, dan Desa Cingambul - Cingambul," ujar Manager Pusdalops Penanggulangan Bencana (PB) BPBD Majalengka, Indrayanto, Jumat (17/1/2020).

Disampaikannya, sebagai percobaan penanaman rumput Vetiver ini dilakukan dengan metode Bio Engineering.

Dimana, metode tersebut dinilai efektif dan efisien dibandingkan dengan penanganan Tembok Penahan Tanah (TPT).

"Karena rumput Vetiver bisa bertahan di segala kondisi cuaca, dan medan yang ekstrim sekalipun masih bisa tumbuh," ucapnya.

Indrayanto menjelaskan, rumput Vetiver ini sebenarnya belum terpublikasikan secara luas mengenai manfaatnya dalam memitigasi erosi atau tanah longsor, perlindungan lingkungan dan konservasi tanah serta air.

Akar rumput Vetiver berbentuk serabut dan jauh masuk kedalam tanah setelah tumbuh, akarnya dapat mencapai hingga kedalaman 5 sampai 6 meter.

Lowongan Kerja PT KAI 2020 untuk Lulusan SMA/SMK Sederajat, Buruan Cek dan Catat Persyaratannya

Istri Selingkuh dengan Guru Renang Anak hingga Berzina 10 Kali Dibongkar Suami, Begini Caranya

"Jika ditanam di lereng-lereng keras dan berbatu, ujung-ujung akar Vetiver mampu masuk menembus dan menjadi semacam jangkar yang kuat dan kekuatannya bisa mencapai seper enam kawat baja," kata Indrayanto.

Sementara, Indrayanto menambahkan, untuk mencegah terganggunya rumput Vetiver dari serangan hewan, pihaknya telah mengkombinasikan dengan rumput gajah maupun Kaliandra.

Hal ini bertujuan, agar masyarakat dapat benar-benar memanfaatkan khasiat rumput tersebut tanpa harus berebut dengan hewan.

"Ini sebagai perbaikan tebing longsor dengan Metode Bio Engineering, rumput Vetiver kita kombinasi dengan rumput gajah sebagai pakan ternak dan kaliandra juga yang berfungsi menahan tebing yang rawan longsor, selain itu kaliandra juga sebagai pakan lebah. Sebetulnya rumput Vetiver daunnya bisa dijadikan pakan ternak, agar Vetivernya tidak terganggu maka kami kombinasi dengan rumput gajah, biar masyarakat bisa memanfaatkannya," jelasnya.

Indrayanto berharap, ke depannya untum daerah lain yang telah terjadi longsor dapat dilakukan penanganan yang sama.

"Semoga di 6 lokasi ini ke depannya dapat dibudidayakan oleh masyarakat," ujar Indrayanto.

Penulis: Eki Yulianto
Editor: Mumu Mujahidin
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved