TKW Asal Indramayu Meninggal di Taiwan

Awal Tahun 2020, Sudah 2 TKI Asal Indramayu Wafat di Tempat Kerja, Satu di Jepang, Satu di Taiwan

Pada awal tahun 2020 tercatat sudah ada 2 orang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) atau Pekerja Migran Indonesia (PMI).

Awal Tahun 2020, Sudah 2 TKI Asal Indramayu Wafat di Tempat Kerja, Satu di Jepang, Satu di Taiwan
ISTIMEWA
Residence Card Japan milik Ayo Sunaryo (34) yang meninggal akibat penyakit kanker otak saat bekerja di Jepang. 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Pada awal tahun 2020 tercatat sudah ada 2 orang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) atau Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang meninggal dunia di negara penempatan.

Ketua Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Cabang Kabupaten Indramayu, Juwarih mengatakan, kedua pekerja asal Indramayu itu berdomisili di Kecamatan Losarang.

"Di kecamatan Losarang dalam dua minggu terakhir ini sudah ada dua warganya yang meninggal dunia," ujar dia kepada Tribuncirebon.com, Jumat (17/1/2020).

Kedua TKI itu yakni, Ayo Sunaryo (34) warga Desa Pegagan, Kecamatan Losarang Kabupaten Indramayu.

Ayo Sunaryo meninggal di Jepang akibat penyakit kanker otak pada Jumat (10/1/2020) sekitar pukul 09.00 waktu Jepang.

Sedangkan satu TKI lainnya, yakni Eti (37) warga Desa/Kecamatan Losarang, Kabupaten Indramayu.

Eti dikabarkan meninggal dunia saat bekerja sebagai pembantu rumah tangga di rumah majikannya yang merupakan panti jompo di negara Taiwan.

Ia meninggal akibat terjatuh di kamar mandi saat memandikan majikannya pada Kamis (9/1/2020) sekitar 10.20 waktu Taiwan.

"Tapi kemarin (Rabu, 15/1/2020) malam jenazah sudah dibawa ke rumah duka," ujar dia.

Dalam hal ini, SBMI Cabang Indramayu menekankan agar para setiap warga negara Indonesia yang hendak bekerja ke luar negeri sebaiknya berangkat melalui jalur resmi.

Hal ini untuk meminimalisir risiko kerja para TKI, seperti meninggal dunia atau kecelakaan kerja.

Jika pekerja mengalami hal yang tidak diinginkan, mereka bisa mengklaim bantuan dari pemerintah, seperti santunan program BPJS, jaminan sosial, dan lain sebagainya.

"Jika pekerja itu ilegal risikonya jika meninggal dunia atau kecelakaan kerja mereka saat berangkat tidak akan diikutsertakan pada program BPJS, jaminan sosial, dan lain-lain," ujarnya.

Penulis: Handhika Rahman
Editor: Fauzie Pradita Abbas
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved