TKI Indramayu Meninggal di Jepang

VIDEO - TKI Asal Indramayu Meninggal di Jepang, Keluarga Terpukul Jasadnya Tidak Bisa Dibawa Pulang

Cartini mengatakan, mendapat kabar adiknya sakit itu dari rekan Ayo Sunaryo yang sesama TKI di Jepang.

Hal itu yang mengakibatkan Ayo Sunaryo tidak mendapat bantuan apapun dari pemerintah, termasuk untuk pemulangan jasad ke Indonesia.

Pihak keluarga diketahui mesti mengeluarkan biaya pribadi sebesar Rp 250-300 juta untuk pemulangan jasad Ayo Sunaryo jika ingin dikuburkan di Indonesia.

"Dampak dari ilegal ini sih, jadi tidak ada yang mengurus. Terus katanya kalau ibu punya uang Rp 250 atau Rp 300 juta iya boleh dibawa pulang, tapi saya cari uang segitu banyak dari mana," ujarnya.

Kini, jasad Ayo Sunaryo sudah di makamkan di Jepang, keluarga pun disampaikan Cartini tidak mengetahui secara pasti lokasi pemakaman Ayo Sunaryo di sana.

Asal Usul Kesaktian Ningsih Tinampi, Berawal dari Sakit Hati Suami Selingkuh, Dapat Wejangan Dukun

Irfan Bachdim dan Ilija Spasojevic Gabung Persib Bandung? Begini Jawaban Manajemen Persib

"Kalau saya sih pengen dibawa pulang, walaupun orangnya sudah gak ada ya saya pengen dibawa pulang, dimakamin di sini," ujarnya.

Meninggal di Taiwan

Beberapa waktu lalu, seorang TKI asal Indramayu juga meninggal di negara tempatnya bekerja.  

Kabar duka datang dari seorang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) bernama Muhamad Toha (35) asal Dusun Gempol, Desa Sumbermulya, Kecamatan Haurgeulis, Kabupaten Indramayu.

Muhamad Toha diketahui meninggal saat tengah bekerja di Taiwan sebagai buruh pabrik pada 29 November 2019 lalu.

Koordinator Daerah Tim Reaksi Cepat Perlindungan Anak (TRCPA) Kabupaten Indramayu, Adi Wijaya mengatakan, meninggalnya Muhamad Toha diduga karena penyakit jantung yang dideritanya.

Halaman
123
Penulis: Handhika Rahman
Editor: Machmud Mubarok
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved