Awalnya Ngotot Minta Korupsi di Asabri Diselidiki, Mahfud MD Kini Bilang Tak Perlu Lagi Diributkan

Dia pun meminta kepada para nasabah Asabri tidak usah khawatir dengan dana yang selama ini telah disetorkan ke Asabri.

Awalnya Ngotot Minta Korupsi di Asabri Diselidiki, Mahfud MD Kini Bilang Tak Perlu Lagi Diributkan
Istimewa
Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Mahfud MD 

"Saya mendengar ada isu korupsi di Asabri yang mungkin itu tidak kalah fantastisnya dengan kasus Jiwasraya, di atas Rp 10 triliun," ujar Mahfud di Kemenko Polhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Jumat (10/1/2020) lalu.

Diketahui, saham-saham milik PT Asabri mengalami penurunan sepanjang tahun 2019. Bahkan, penurunan harga saham di portofolio milik Asabri terjadi sekitar 90 persen. Misalnya, harga saham PT Alfa Energi Investama Tbk (FIRE) yang terkoreksi 95,79 persen di 2019 lalu ke level Rp 326.

 Asal Usul Kesaktian Ningsih Tinampi, Berawal dari Sakit Hati Suami Selingkuh, Dapat Wejangan Dukun

 Menilik Kawasan Agrowisata Durian di Desa Ujungberung, Bisa Petik & Beli Durian Khas Majalengka

 Lemak Perut Membandel? Minum Minuman Ini Sebelum Tidur, Menyehatkan dan Bakar Lemak Lebih Cepat

Dijamin Aman

Menteri BUMN Erick Thohir memastikan kondisi keuangan PT Asabri (persero) tidak terganggu meskipun sedang dilanda kasus dugaan korupsi.

Erick menjelaskan, kondisi keuangan Asabri masih aman lantaran aset yang dimilikinya masih bagus. Ini berbeda dengan kondisi aset PT Asuransi Jiwasraya (Persero) yang juga dilanda kasus korupsi.

"Likuditas Asabri dijamin aman. Karena cashflow-nya, asetnya semua masih bagus. Beda dengan Jiwasraya yang sudah sangat, ya gitu," kata Erick Thohir di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (15/1/2020).

Erick Thohir
Erick Thohir (Kompas.com)

Erick menyebut masalah yang menimpa Asabri karena adanya kesalahan penempatan pada instrumen investasi saham. Kasus ini serupa dengan yang dialami PT Jiwasraya.

Hanya saja, Erick sampai saat ini masih menunggu hasil penyelidikan dari pihak berwajib.

"Saya rasa dari Kapolri sendiri sudah mengambil langkah tersendiri, kalau yang hukum-hukum tanya ahlinya jangan ke saya," jelas dia.

Menurut Erick, masalah yang menimpa Asabri menandakan bahwa perusahaan tidak mengimplementasikan good corporate governance (GCG) dengan baik.

Halaman
123
Editor: Fauzie Pradita Abbas
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved