Tanaman Cabai di Desa Argalingga Majalenga Terserang Hama, Kuantitas Panen Cabai Menurun

Desa Tanaman Cabai di Desa Argalingga Majalenga Terserang Hama, Kuantitas Panen Cabai Menurun

Tanaman Cabai di Desa Argalingga Majalenga Terserang Hama, Kuantitas Panen Cabai Menurun
Tribuncirebon.com/Eki Yulianto
Tatang Tarsono (53), salah satu petani cabai di Blok Banjar, Desa Argalingga, Kecamatan Argapura, Kabupaten Majalengka mengaku saat ini tanamannya terserang hama. 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNCIREBON.COM, MAJALENGKA- Tatang Tarsono (53), salah satu petani cabai di Blok Banjar, Desa Argalingga, Kecamatan Argapura, Kabupaten Majalengka mengaku saat ini tanamannya terserang hama.

Padahal, dalam waktu satu bulan lagi, kebun cabai yang memiliki luas 2 hektar tersebut akan mulai dipanen.

"Hama memang musuh utama para petani. Namun akhir-akhir ini serangan hama lagi gencar-gencarnya, kali ini banyaknya hama ulat buah," ujar Tatang saat ditemui di kebunnya, Rabu (15/1/2020).

PENAMPILAN Ayu Ting Ting Pakai Wig Pendek Bikin Pangling, Disebut Mirip Lucinta Luna

Cabai yang busuk terkena hama
Cabai yang busuk terkena hama (Tribuncirebon.com/Eki Yulianto)

Dirinya mengaku, serangan hama tersebut mempengaruhi pasokan cabai merah ke pasaran atau pengepul.

Ini menjadi salah satu faktor penyebab, harga cabai merah di pasaran menjadi melambung.

"Ya mungkin saja, karena kami juga yang biasanya panen mendapatkan 15 ton, kali ini turun menjadi sekitar 8 ton setiap panen. Ini mungkin yang menjadi harga di pasaran sampai mahal," ucapnya.

FSKN Minta Kepolisian Tindak Tegas Raja dan Ratu Keraton Agung Sejagat Karena Alasan Ini

Selain faktor hama, lanjut Tatang, turunnya pendapatan jumlah cabai merah juga terjadi karena curah hujan yang saat ini terbilang tinggi.

Kebanyakan air, menjadi faktor cabai yang sedang ditanam menjadi busuk dan mati.

"Intinya kalau menanam cabai itu, kebanyakan air jangan, kurang air juga jangan, harus seimbang," kata pria yang sudah menjadi petani sejak 2007 tersebut.

PERANG Komen Dukun Seleb, Ningsih Tinampi Disebut Mbah Mijan Kelewatan Ngaku Bisa Panggil Malaikat

Untuk Menanggulangi banyaknya hama, Tatang menjelaskan, di beberapa sudut kebun diberikan kantong air yang berisi air yang dicampuri dengan feromon.

Feromon sendiri yaitu, sejenis zat kimia yang berfungsi untuk merangsang dan memiliki daya pikat untuk para hama untuk hinggap.

"Adanya kantong feromon sendiri bukan untuk mengusir hama, pasti ada yang lolos. Jadi cuma buat meminimalisasikan cabai merah yang mati atau busuk," ujarnya.

Ahli Sejarah Bongkar Kebohongan Klaim Keraton Agung Sejagat Totok Santosa, Bilang Bisa Dipidana

Tatang berharap, ke depannya dapat benar-benar mengendalikan hama agar tidak lagi menyerang cabai.

Sehingga, dirinya beserta petani lain dapat mendapatkan keuntungan hasil dari bertanam cabai merah.

Penulis: Eki Yulianto
Editor: Mutiara Suci Erlanti
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved