Breaking News:

Wisata Majalengka

Menilik Kawasan Agrowisata Durian di Desa Ujungberung, Bisa Petik & Beli Durian Khas Majalengka

Desa Ujungberung, Kecamatan Sindangwangi, Kabupaten Majalengka menghadirkan Kawasan Agrowisata Durian.

Tribuncirebon.com/Eki Yulianto
Gapura Kawasan Agrowisata Durian di Desa Ujungberung Majalengka 

Salah satunya, meningkatkan perekonomian pendapatan masyarakat.

Durian Olahan Santri

Durian adalah tumbuhan tropis yang berasal dari wilayah Asia Tenggara.

Sekaligus nama buahnya yang bisa dimakan.

Buah dengan aroma menyengat ini menjadi salah satu buah tropis yang memiliki banyak penggemar dari berbagai kalangan usia.

Mulai anak-anak hingga orang dewasa sangat menyukai buah berwarna kuning dengan kulit tebal dan berduri ini.

Banyak orang ketagihan dengan buah yang satu ini meski tidak tahan dengan aroma yang tajam.

Tak hanya lezat di santap secara langsung dalam keadaan segar, ternyata durian juga cocok dipadukan dengan beragam sajian kekinian yang kini tengah populer.

Seperti yang dilakukan oleh para santri Sabilul Mardiyyah yang berada di Desa Sindangwangi, Kecamatan Sindangwangi, Kabupaten Majalengka.

Dengan memanfaatkan daerah penghasil durian yang melimpah, para santri tersebut menggunakan biji durian menjadi sebuah olahan makanan ringan yang bernilai ekonomis yang disebut Pangsit Biji Durian.

Diketahui, Di Desa Sindangwangi merupakan salah satu daerah penghasil durian terbanyak yang sudah cukup terkenal di kalangan pecinta durian, yaitu Durian Sinapeul.

Ketua SM Food Ponpes Sabilul Mardiyyah, Abdul Aziz (30) mengatakan baru sekitar 2 bulan terakhir para santrinya telah menggeluti usaha pangsit biji durian tersebut.

Biji durian untuk dijadikan pangsit
Biji durian untuk dijadikan pangsit (Tribuncirebon.com/Eki Yulianto)

Meski begitu, usaha yang dinamakan SM Food sebagai brand itu, para santri yang berjumlah 20 orang itu dapat menghasilkan puluhan bungkus dalam waktu pengerjaan satu hari.

"Awalnya kami para santri, hanya iseng untuk membuat cemilan dari durian yang mudah didapatkan di sekitar Ponpes kami, tetapi salah satu satri kami yang baru saja ikut kegiatan Bimtek mempunyai ide untuk mengolah biji durian menjadi sebuah cemilan, awalnya itu keripik, tapi melalui diskusi kami semua menyepakati bahwa mengolah biji durian menjadi pangsit," ujar Abdul Aziz saat ditemui Tribuncirebon.com, Senin (28/10/2019).

Abdul menjelaskan, pengolahan biji durian menjadi olahan pangsit mudah untuk dikerjakan.

Ada beberapa tahap dalam mengolah biji durian tersebut untuk menghasilkan pangsit biji durian.

Ningsih Tinampi Minta Maaf, tapi Tetap Pede Bilang Bisa Panggil & Komunikasi dengan Rasulullah SAW

Minta Maaf pada Umat Islam, Ningsih Tinampi Tetap Pede Bilang Bisa Panggil Rasulullah SAW & Malaikat

Irfan Bachdim dan Ilija Spasojevic Gabung Persib Bandung? Begini Jawaban Manajemen Persib

Durian yang sekiranya sudah matang, di kupas terlebih dahulu.

Setelah di kupas, daging durian dan biji durian dipisahkan atau daging durian yang nempel di biji durian dihilangkan.

Dalam satu durian, biasanya terdapat belasan biji yang dapat digunakan nantinya.

Setelah dipisahkan, biji durian yang sudah dihilangkan dari dagingnya, dikupas kulit bagian luarnya.

Jika sudah, biji durian yang sudah terlepas kulit bagian luarnya dicuci dengan air bersih.

Proses ini untuk benar-benar menghilangkan kulit-kuliat bagian luar yang masih menempel.

"Biji yang sudah bersih, dimasukan ke air yang sudah mendidih. Tunggu sekitar 20 menit untuk perebusan agar biji durian tidak terlalu keras," ucap dia.

Sultan Sepuh XIV PRA Arief Natadiningrat Sebut Garis Keturunan Raja Keraton Agung Sejagat Tak Jelas

Lemak Perut Membandel? Minum Minuman Ini Sebelum Tidur, Menyehatkan dan Bakar Lemak Lebih Cepat

Asal Usul Kesaktian Ningsih Tinampi, Berawal dari Sakit Hati Suami Selingkuh, Dapat Wejangan Dukun

Setelah menunggu sekitar 20 menit, proses selanjutnya, yakni memblender semua biji durian dan jangan lupa diberi sedikit air.

Dalam proses pemblenderan itu, semua biji durian akan sedikit menggumpal.

Proses lainnya, buatlah adonan yang terdiri dari beberapa tepung, yaitu tepung biasa, tepung tapioka dan terigu.

"Adonan itu di aduk, lalu semua biji yang telah di blender dicampurkan ke dalam adonan. Tidak lupa, daging yang tadinya ditiriskan dengan bijinya ikut dicampurkan ke dalam adonan tersebut," kata Abdul.

Setelah semua tercampur, adonan itu terus diaduk hingga menjadi gumpalan yang nantinya dapat dibentuk sesuai keinginan.

Abdul menyampaikan, hingga saat ini pemasaran hasil olahan durian itu masih dalam ranah dalam kota.

Dikatakan dia, waktu produksi yang dibilang masih seumur jagung menjadi faktor penyebabnya.

"Setiap minggunya, kami dapat menjual pangsit ini sebanyak 200 pcs. Dengan harga yang masih terbilang terjangkau, yakni Rp 15 ribu, menjadi alternatif para penikmat makanan ringan untuk mencicipi olahan durian tersebut," ujarnya.

Lanjut Abdul, selama produksi olahan durian itu, dirinya beserta para santri telah menghasilkan dalam 7 varian rasa.

Dari 7 varian rasa itu, kata dia, rasa Balado, Original dan Jagung menjadi rasa yang paling favorit.

"Ada rasa keju, balado, original asin, jagung, rumput laut, pedas asin dan barbaque. Alhamdulilah setiap minggunya kami dapat omzet sekitar Rp 3 jutaan," ucap Abdul.

Ke depannya, Abdul menambahkan, usaha yang telah menginjak bulan ke-2 ini akan lebih dikembangkan dan nantinya akan dipasarkan lebih luas lagi.

Hingga kini, pemasaran masih terbatas di area Kecamatan Sindangwangi dan melalui jongglo stand penjual durian.

Sementara, menurut salah satu santri yang mengolah olaha durian menjadi pangsit, Andi (24) dirinya mengaku usaha tersebut dapat membuat dirinya beserta teman yang lain bisa berwirausaha.

Melalui olahan itu, kata Andi, dirinya bisa mendapatkan penghasilan dengan cara yang mandiri.

"Ya alhamdulilah, saya dapat banyak ilmu di sini, slaah satunya dapat berwirausaha dalam memanfaatkan biji durian menjadi makanan ringan yaitu pangsit biji durian. Semoga bisa menginspirasi generasi muda yang lain," kata Andi. (*)

(*)

Penulis: Eki Yulianto
Editor: Mutiara Suci Erlanti
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved