Ibu dan Anak Kolaborasi Jadi Muncikari, Bisa Pesan PSK Rp 300 Ribu Sekali Main, Digerebek Polisi

penggerebekan dilakukan setelah mendapatkan laporan dari warga, praktik itu diduga sudah berlangsung sejak 5 bu

Ibu dan Anak Kolaborasi Jadi Muncikari, Bisa Pesan PSK Rp 300 Ribu Sekali Main, Digerebek Polisi
istimewa
ilustrasi prostitusi online 

TRIBUNCIREBON.COM - Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Barat berhasil membongkar praktik prostitusi berkedok rumah indekos di Jalan Adi Negoro, Lubuk Buaya, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Sumatera Barat.

Di rumah yang terletak di dekat pemukiman warga itu, polisi meringkus ibu dan anak yang diduga sebagai muncikari serta tiga orang wanita yang diduga dijadikan pekerja seks komersial (PSK).

"Pada saat penggerebekan di rumah itu kita amankan wanita H (54) dan anak AS (30) yang diduga mucikari dan tiga wanita yang menjadi korban," kata Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Stefanus Satake Bayu Setianto yang dihubungi Kompas.com, Selasa (14/1/2020).

Menurut Stefanus, penggerebekan dilakukan pada Jumat (10/1/2020) pukul 21.30 WIB setelah mendapatkan laporan dari warga, praktik itu diduga sudah berlangsung sejak 5 bulan terakhir. 

WASPADA Peringatan Dini Besok 15 Januari 2020, Jakarta dan Jabar Diprediksi Hujan Disertai Petir

Bocah 6 Tahun Menangis, Mengadu pada Ibunya Ada yang Mengganjal di Kemaluan, Ternyata Sudah Tersunat

Peran ibu dan anak

H diduga menjadi mucikari bersama anaknya AS. AS berperan sebagai pencari wanita dan pelanggan dan H sebagai penerima setoran dari AS.

"H berperan sebagai induk semangnya dan AS yang mencari wanita dan pelanggan bagi wanita itu," jelas Stefanus.

Setiap sekali kencan diminta bayaran Rp 300.000 yang diserahkan pelanggan kepada AS. Setelah itu, AS menyerahkan uang tersebut kepada H.

"Dari uang hasil kencan itu, hanya sebagian yang diberikan kepada wanitanya. Sisanya diambil H untuk biaya kebutuhan rumah," kata Stefanus. 

Warga curiga Stefanus menyebutkan pekerjaan yang dilakukan tersangka cukup rapi karena setiap pelanggan yang masuk melakukan transaksi dan kencan di dalam rumah.

Halaman
1234
Editor: Machmud Mubarok
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved