Gubernur Ridwan Kamil Bakal Panggil Para Bupati dan Wali Kota se-Jabar Kamis Lusa, Ada Apa Ya?

pemerintah pusat sendiri sudah menganggarkan sekitar Rp 9 triliun dan sebagiannya telah direalisasikan untuk pembangunan infrastruktur penanganan ban

Tribun Jabar/M Syarif Abdussalam
Gubernur Jabar Ridwan Kamil melayani pertanyaan wartawan di Gedung Negara Pakuan Bandung, Senin (12/8). 

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan akan mengumpulkan para bupati dan wali kota di Jawa Barat dalam rapat pada Kamis (16/1).

Dalam rapat bersama Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat RI tersebut, akan dibahas upaya pencegahan banjir di masing-masing daerah di Jabar.

"Pak Menteri mau dengar langsung curhatan para kepala daerah di Jabar, ini atas perintah Pak Presiden," kata Gubernur yang akrab disapa Emil ini di Gedung Sate, Selasa (14/1).

Emil mengatakan pemerintah pusat sendiri sudah menganggarkan sekitar Rp 9 triliun dan sebagiannya telah direalisasikan untuk pembangunan infrastruktur penanganan banjir di Jawa Barat dan sekitarnya.

Bendungan Ciawi dan Sukamahi yang bisa mengendalikan 30 persen air ke Jakarta dan tengah dalam pembangunan, katanya, nilainya Rp 3,9 triliun. Angka ini terdiri atas Rp 1,5 triliun untuk pembebasan lahan dan Rp 1,4 triliun untuk konstruksi.

"Kemudian yang bikin banjir Bekasi akan dibikin bendungan Cikeas, Cileungsi, sampai ke muaranya. Kata Pak Menteri PUPR ini Rp 4,6 triliun. Kemudian yang bikin banjir Karawang, Sungai Cibeet itu, bendungan sudah siap tapi masih ada protes warga, kita akan rapatkan hari kamis, nilainya Rp 800 miliar," ujarnya.

WASPADA Peringatan Dini Besok 15 Januari 2020, Jakarta dan Jabar Diprediksi Hujan Disertai Petir

Bilang Kabinet Jokowi Kacau, Rocky Gerung pun Singgung Soal Kehadiran Prabowo di Kabinet Kerja

Sisanya, kata Emil, adalah penanganan banjir di sekitar Sungai Citarum melalui pembangunan Terowongan Nanjung, Kolam Retensi Cieunteung, Kolam Retensi Andir, kemudian untuk membelokkan air dari Cisangkuy menggunakan floodway atau sodetan.

"Cisangkuy juga akan beres tahun ini bulan Oktober. Yang tadinya Cisangkuy ini memuntahkan air ke Citarum lewat Dayeuhkolot, nanti tinggal lima persen karena Dayeuhkolot tidak dilewati Cisangkuy lagi, kira-kira begitu," tuturnya.

Penanganan banjir di Rancaekek semua sistem enginering sudah berjalan melalui pelebaran gorong-gorong dan normalisasi sungai. PT Kahatex pun sudah membuka sungai yang dulu sempat ditutup.

Emil mengatakan dana Rp 10 triliun khusus untuk Citarum difokuskan dulu untuk penanganan di hulunya pada 2020. Sehingga pada 2021 penanganan bergeser ke hilir, seperti Muara Gembong di Karawang. 

Halaman
1234
Editor: Machmud Mubarok
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved