Presiden Jokowi Sukses Datangkan Rp 314 Triliun dari UEA ke Indonesia, Buat Investasi Apa Saja Ya?

Presiden Jokowi menyampaikan bahwa Indonesia juga ingin menjadikan UEA sebagai mitra dalam pendidikan Islam yang modern, moderat dan penuh toleran.

(Biro Pers Sekretariat Presiden)
Presiden Joko Widodo mengadakan pertemuan bilateral dengan Putra Mahkota Abu Dhabi dan Wakil Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata Uni Emirat Arab Mohamed bin Zayed. Seperti dikutip dari siaran pers resmi, pertemuan dilakukan di Istana Kepresidenan Qasr Al Watan di Abu Dhabi, pada Minggu (12/1/2020) waktu setempat. 

TRIBUNCIREBON.COM - Presiden Joko Widodo mengapresiasi kemajuan yang signifikan dalam hubungan kerja sama antara Indonesia dan Uni Emirat Arab (UEA).

Pernyataan ini disampaikan Presiden Jokowi ketika mengadakan pertemuan bilateral dengan Putra Mahkota Abu Dhabi dan Wakil Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata UEA Mohamed bin Zayed di Istana Kepresidenan Qasr Al Watan di Abu Dhabi, UEA, Minggu (12/1/2020).

“UEA akan tetap menjadi salah satu mitra penting kerja sama ekonomi Indonesia, terutama di bidang investasi,” ucap Presiden Jokowi, dikutip dari siaran pers resmi.

Presiden Jokowi menyampaikan bahwa Indonesia juga ingin menjadikan UEA sebagai mitra dalam pendidikan Islam yang modern, moderat dan penuh toleran.

“Hal ini sangat penting artinya bagi upaya mencegah ektremisme dan terorisme,” kata Presiden Jokowi.

Sementara itu, Putra Mahkota Abu Dhabi mengatakan bahwa hubungan kedua negara masih dapat ditingkatkan.

“Kita dapat memulai era baru hubungan kedua negara yang lebih erat,” kata Putra Mahkota Mohamed bin Zayed.

Gadis Berusia 14 Tahun Dibakar Ibunya Gara-gara Menitipkan Kios Bensin Sama Tetangganya di Medan

Suami Istri Meninggal di Dalam Kosan, Ada Bercak Darah Diduga Dibunuh, Keluarga Tolak Autopsi

Sementara, Putra Mahkota Mohamed bin Zayed juga menyampaikan bahwa Islam adalah agama yang mengajarkan kedamaian.

“Islam tidak pernah mengajarkan terorisme. Islam selalu mengedepankan kedamaian,” ujar Putra Mahkota.

Putra Mahkota Mohamed bin Zayed juga menambahkan bahwa Indonesia adalah negara dengan populasi muslim terbesar di dunia. “Islam di Indonesia dapat menjadi contoh Islam yang damai,” kata dia.

 Dalam pertemuan tersebut, Presiden Jokowi dan Putra Mahkota Mohamed bin Zayed juga menyaksikan pertukaran 16 perjanjian kerja sama antara delegasi Indonesia dan UEA.

“Saya sangat sambut baik, hari ini 16 perjanjian kerja sama dapat dilakukan,” kata Presiden Jokowi.

Imajinasi Ahmad Dhani Soal Tubuh Wanita Bikin Ashanty Waswas, Peringatkan Mulan Jameela

Ashanty Sering Sakit & Tubuhnya Jadi Kurus, Istri Anang Hermansyah Disebut Diserang 7 Dukun Santet

Adapun perjanjian kerja sama tersebut terdiri atas lima perjanjian antarpemerintah di bidang keagamaan, pendidikan, pertanian, kesehatan, dan penanggulangan terorisme.

Selain itu, terdapat pula 11 perjanjian bisnis, antara lain di bidang energi, migas, petrokimia, pelabuhan, telekomunikasi, dan riset, dengan estimasi total nilai investasi sebesar 22,89 miliar dollar AS atau sekitar Rp 314,9 triliun.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Jokowi juga menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Putra Mahkota Mohamed Bin Zayed atas dukungan dan bantuan dalam pembangunan masjid dan Islamic Center di Kota Solo, serta pemberian tanah dan gedung bagi Kedutaan Besar Republik Indonesia di UEA.

Sebaliknya, Putra Mahkota Mohamed bin Zayed juga menyampaikan apresiasi atas kunjungan Presiden Jokowi dan delegasi Indonesia.

“Selamat datang di rumah kedua,” kata Putra Mahkota Mohamed bin Zayed.

Ibukota Baru

Dikutip dari laman Setkab, Senin (13/1/2020), investasi UEA di Indonesia dilakukan melalui Sovereign Welth Fund bersama-sama dengan Masayoshi dari Softbank (Jepang), dan juga dari International Development Finance Corporatio (IDFC) Amerika Serikat.

Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan, investasi besar UEA tersebut salah satunya akan masuk untuk pendanaan pembangunan Ibu Kota Baru di Kalimantan Timur.

"(Namun) Presiden menekankan bahwa dalam pembangunan Ibu Kota Baru, untuk pembangunan gedung dan fasilitas pemerintahan dilakukan seluruhnya dengan dana APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara)," jelas Luhut.

Bahkan, sambung Luhut, Presiden Jokowi meminta agar Pangeran Sheikh Mohammed Bin Zayed (MBZ) menjadi Dewan Pengarah di pembangunan Ibu Kota Baru itu.

Selain itu Luhut juga menyebut, UEA tertarik menanam uangnya di Aceh.

“Aceh itu mereka sangat ingin masuk properti. Nah, minggu depan kami akan tadi apa perintah Presiden, Gubernur Aceh, dan tokoh-tokoh di situ untuk bicara ini karena mereka ada beberapa persyaratan itu mereka masuk,” ungkapnya.

Luhut menjelaskan, rencana tersebut sempat disentuh oleh adik Putra Mahkota UEA, yaitu Sheikh Hamid. Alasannya Sheikh Hamid masuk di Aceh karena jarak terbang dari Abu Dhabi itu hanya kira-kira 5 jam lebih.

“Jadi, saya pikir ini satu langkah yang hebat dan berlanjut dari ini Februari tanggal 11 di sini nanti akan berkumpul lagi MBS (Mohammed bin Salman), MBZ, ah dan boleh dan juga mungkin Masayoshi. Nanti akan bicara lagi, lagi, lagi bicara mengenai mereka masuk ke Indonesia melalui sovereign well fund,” terang Luhut.

Kesediaan Pemerintah UEA menyiapkan dana investasi yang cukup besar itu disampaikan Putra Mahkota UEA, Pangeran Sheikh Mohammed Bin Zayed dalam pertemuan bilateral dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi), di Istana Qasr Al Watan, Abu Dhabi.

Selain investasi, ada 11 perjanjian bisnis Indonesia dan UEA di bidang energi, migas, petrokimia, pelabuhan, telekomunikasi, dan riset.

Kemudian, di kesempatan yang sama, kedua negara juga sepakat meneken lima perjanjian kerja sama antar pemerintah di bidang keagamaan, pendidikan, pertanian, kesehatan, dan penanggulangan terorisme.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi mengungkapkan, kepercayaan dari UEA itu muncul sejak bulan Juli yang lalu, sekitar 7 bulan yang lalu, saat Pangeran Sheikh Mohammed Bin Zayed berkunjung di Indonesia.

Kemudian Presiden menunjuk Menko Kemaritiman dan Investasi sebagai Contact Person dari pihak Indonesia, sementara dari UEA ditunjuk satu menteri yang melakukan komunikasi secara intensif.

“Hasilnya dalam 7 bulan, kita bisa menyelesaikan perjanjian-perjanjian yang tadi di saya sebutkan (16 perjanjian),” terang Retno.

“Saya yakin ini merupakan refleksi dari trust dunia terhadap Indonesia. Jadi, selain masalah investasi kita juga melakukan kerja sama lainnya,” sambungnya. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Jokowi dan Putra Mahkota Abu Dhabi Sepakati Investasi Rp 314 Triliun", https://nasional.kompas.com/read/2020/01/13/09071671/jokowi-dan-putra-mahkota-abu-dhabi-sepakati-investasi-rp-314-triliun.
Penulis : Ihsanuddin
Editor : Diamanty Meiliana

Editor: Machmud Mubarok
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved