ASN Pemkab Majalengka Konsumsi Sabu

Oknum ASN Pemkab Majalengka Gunakan Sabu-sabu Selama Sebulan, Begini Modus Pelaku Sembunyikan Sabu

Dia membeli sudah empat kali, dan terakhir kedapatan ada sisa pakai itu seberat 0,46 gram

Oknum ASN Pemkab Majalengka Gunakan Sabu-sabu Selama Sebulan, Begini Modus Pelaku Sembunyikan Sabu
Tribun Cirebon/Eki Yulianto
Oknum ASN Pemkab Majalengka kedapatan menggunakan narkotika jenis sabu 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNCIREBON, MAJALENGKA- AT (47), salah satu oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Majalengka mengaku telah menggunakan sabu dalam kurun waktu satu bulan.

Dalam waktu tersebut, pelaku yang berasal dari Kelurahan Simpeureum, Kecamatan Cigasong, Kabupaten Majalengka itu telah empat kali membeli barang haram tersebut dari Bandung.

"Menurut pengakuannya dipakai untuk penenang, pesan lewat telepon dikirim barang melalui kendaraan umum. pengakuan sudah satu bulan berjalan. Dia membeli sudah empat kali, dan terakhir kedapatan ada sisa pakai itu seberat 0,46 gram," ujar Kapolres Majalengka, AKBP Mariyono melalui Kasat Narkoba, AKP Ahmad Nasori, Senin (13/1/2020).

Dari pengakuannya, lanjut AKP Ahmad, tersangka membungkus sabu tersebut menggunakan plastik bening.

Plastik bening itu, dimasukkan ke dalam sebuah bungkus rokok kosong merek gudang garam surya 16 batang yang dimasukan ke dalam kantong plastik warna hitam di dalam sebuah Bupet di rumahnya.

"Pelaku menggunakan dua paket sabu yang terbungkus plastik bening, lalu dimasukan ke sebuah bungkus rokok. Kami temukan di Bupet di rumahnya sekitar pukul 04.00 WIB pada tanggal 6 Januari 2020 kemarin," ucapnya.

SEPERTI Ini Kostum Vanessa Angel untuk Melayani Suaminya: Siang-siang Bibi Sudah Minta Bikin Dosa

Gadis Berusia 14 Tahun Dibakar Ibunya Gara-gara Menitipkan Kios Bensin Sama Tetangganya di Medan

16 Tahun Hidup, Nabila Tak Tahu Punya Saudara Kembar, Dirahasiakan Orangtua, Terkuak Berkat Twitter

AKP Ahmad menjelaskan, pelaku membeli paket sabu tersebut dari seorang pengedar di daerah Kota Bandung.

Melalui kendaraan umum, pengedar itu mengirimkan barang haram tersebut dan menyimpan di salah satu titik yang telah disepakati.

"Pelaku menghubungi melalui hubungan telepon. Setiap paket sabu beli seharga Rp 700 ribu - Rp 800 ribu. Padahal, uangnya ditransfer," kata Kasat Narkoba.

Halaman
1234
Penulis: Eki Yulianto
Editor: Machmud Mubarok
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved