Breaking News:

4 Santriwati Ponpes Condong Kesurupan Menari Ular, Lalu Muncul 17 Ekor Kobra dan Ditangkap Santri

Menurut Saeful, dirinya tak bisa memastikan apakah insiden itu berkaitan dengan kejadian penangkapan ular yang meneror lingkungan pesantren atau bukan

Editor: Machmud Mubarok
Shutterstock via kompas.com
Ilustrasi ular Kobra. 

TRIBUNCIREBON.COM, TASIKMALAYA - Sebanyak empat santri putri Pondo Pesantren Riyadhul Ulum Mawaddah, Condong, Cibeureum, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, mengalami kesurupan. Mereka menari-nari menirukan gerakan ular sambil meliuk-liukkan badan dengan tangan di atas kepala.

Pascakesurupan itu, santri putra di ponpes yang sama menangkap 17 ekor anak ular Kobra yang masuk ke kawasan pondok pesantren.

Salah seorang pengajar di Pondok Pesantren itu Saeful Affandi (40) mengatakan, empat orang santri perempuan kesurupan ular sesaat sebelum 17 ekor anak kobra ditangkap di lingkungan Pondok Pesantren Riadul Ulum Condong Kota Tasikmalaya.

Mereka, kata Saeful, saat kesurupan bergerak menyerupai tarian ular berulang kali dengan kedua tangan mengangkat di atas kepala.

Tak berselang lama kejadian itu, para santri pria berhasil menangkap belasan ekor ular kobra yang berada di salah satu rumah pengurus sekaligus anggota keluarga besar pesantren.

"Saya juga heran, ada empat santri perempuan yang kesurupan menyerupai tarian ular. Tak berselang lama para santri pria berhasil menangkap 17 ekor ular anak kobra," jelas Saeful.

Menurut Saeful, dirinya tak bisa memastikan apakah insiden itu berkaitan dengan kejadian penangkapan ular yang meneror lingkungan pesantren atau bukan.

Gadis Berusia 14 Tahun Dibakar Ibunya Gara-gara Menitipkan Kios Bensin Sama Tetangganya di Medan

16 Tahun Hidup, Nabila Tak Tahu Punya Saudara Kembar, Dirahasiakan Orangtua, Terkuak Berkat Twitter

Tubuh Luki Nyaris Habis Terbakar, Niat Kencan dengan Wanita Cantik Malah Disiram Bensin

Namun, dirinya mengakui bahwa saat ditemukan belasan ular kobra, empat santri perempuannya kesurupan dan berhasil disadarkan kembali.

"Tapi kan kejadian ini tak bisa juga dipastikan berkaitan. Cuma saat penangkapan ular-ular itu, sesaat sebelumnya para santri perempuan ada yang kesurupan tak sadarkan diri menari-nari ular," tambahnya.

 Sementara itu, 17 ekor anak ular kobra ditangkap para santri di Pondok Pesantren Riyadhul Ulum Waddawah, Condong, Cibeureum, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Senin (13/1/2020).

"Awalnya ada satu ekor anak ular Kobra yang ditangkap di depan rumah pengurus pesantren. Kemudian tak berselang lama berhasil ditemukan ular di tempat tidur, dan ruang tamu rumah," jelas salah satu pengurus pesantren Andi Ibnu Hadi, di lokasi kejadian.

Penangkapan belasan ekor anak ular kobra tersebut dilakukan seorang santri asal Sumatera Barat, Teguh Prayuga (15). Hanya dengan tangan kosong, ular tersebut kemudian dimasukkan ke dalam botol air mineral.

"Saya sudah biasa menangkap berbagai jenis ular di kampung halaman. Kalau di sini kecil-kecil meski jenisnya kobra. Kalau di kampung halaman saya, saya biasa menangkap ular sampai beratnya 15 kilogram," jelas Teguh yang saat ini duduk di bangku sekolah kelas X Madrasah Aliyah Ponpes Riyadhul Ulum.

Teguh sudah tinggal di Pesantren Condong Tasikmalaya sejak bersekolah di madrasah tsanawiyah atau setingkat SMP setempat.

Dipatuk Ular

Penangkapan anak-anak ular Kobra tersebut pascakejadian tewasnya seorang kakek akibat terpatuk ular saat mencangkul di sawah belum lama ini. Lokasi pesantren sendiri tak jauh dari lokasi kejadian tewasnya kakek yang kesehariannya berdagang cendol keliling tersebut.

"Awalnya ada satu ekor anak ular Kobra yang ditangkap di depan rumah pengurus pesantren. Kemudian tak berselang lama berhasil ditemukan ular di tempat tidur, dan ruang tamu rumah," jelas salah satu pengurus pesantren Andi Ibnu Hadi, di lokasi kejadian.

Seorang kakek penjual cendol asal Awiluar, Kelurahan Singkup, Kecamatan Purbaratu, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Emuh (74) tewas usai digigit ular di sawah.

Kejadian bermula saat Emuh mencangkul di sawah, Sabtu (11/1/2020) petang. Selain berjualan cendol, Emuh juga memiliki pekerjaan sampingan menggarap sawah milik saudaranya.

Secara tidak sengaja, cangkul Emuh mengenai tubuh ular, sehingga ular tersebut menggigit kakinya di bagian betis kanan.

"Keseharian bapak berjualan es cendol keliling kampung, dan pekerjaan sampingan menjadi petani sesekali bisa mencangkul hingga bapak terkena patukan ular berukuran jempol tangan warna hitam," ujar anak korban, Jafar, Minggu (12/1/2020).

Jafar yang sempat menemani ayahnya di sawah lalu membawa Emuh ke puskesmas terdekat karena mengalami muntah-muntah. Oleh dokter, kaki Emuh disebut terkena gigitan serangga lalu diberi obat. 

"Bapak sudah mendapatkan obat dan dokter memastikan bahwa bengkak pada bagian kaki sebelah kanan akibat dari gigitan serangga," ungkapnya.

Bukannya mereda, kaki Emuh malah semakin membengkak dan menjadi hitam hingga dirujuk ke RSUS dr Soekardjo. Namun sayang, Emuh akhirnya menghembuskan napas terakhir setelah dua jam dirawat di rumah sakit tersebut.

Jenazah kemudian dipulangkan untuk dimakamkan pada Minggu dini hari.

Atas insiden itu, pihak keluarga mengaku sudah ikhlas dan berpesan kepada warga lain agar selalu waspada.

"Kami ikhlas dan itu adalah musibah. Tapi kepada warga lainnya untuk berhati-hati akan bahayanya patukan ular di lingkungan sekitar," ujarnya.

SABU

Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat memastikan kelancaran distribusi serum Anti Bisa Ular (ABU) ke kabupaten dan kota di Jawa Barat untuk mengantisipasi temuan ular kobra di sejumlah tempat di Jabar sejak beberapa hari lalu.

Jika ada warga yang tergigit ular, diminta segera mendatangi pusat pelayanan kesehatan (pusyankes) atau aparat setempat untuk mendapat penanganan.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, Berli Hamdani Gelung Sakti, mengatakan langkah pencegahan diutamakan dalam penanganan kasus merebaknya perkembangan ular di sejumlah titik di Jawa Barat ini.

Masyarakat diminta terus berkoordinasi dengan aparat desa, keamanan, dan bidang penanganan hewan di pemerintahan setempat.

"Kami dari dinas kesehatan bertugas untuk penanganan korban, dan semoga tidak ada korban gigitan ular. Penanganan ularnya dari aparat keamananan dan dari organisasi perangkat daerah (OPD) terkait hewan," kata Berli di Kantor Dinas Kesehatan Jabar, Selasa (17/12).

Berli mengatakan pihaknya meminta warga waspada walaupun belum ada laporan mengenai warga yang digigit ular dari kasus atau temuan tersebut. Terpenting, katanya, dinas kesehatan setempat sudah menyiapkan serum Anti Bisa Ular.

"Saran untuk warga, kalau menemukan ular atau binatang lain yang berpotensi melukai, segera hubungi dinas peternakan atau kesehatan hewan atau petugas keamanan terdekat. Jangan melakukan penanganan secara sendiri. Kalau ada penyedia jasa profesional penanganan hama atau ular, hubungi mereka," katanya.

Kalau sampai dipatuk ular katanya, segera lakukan pertolongan pertama dengan mengikat bagian tubuh proksimal atau yang ke arah jantung dari tubuh tergigit. Kemudian, letakkan bagian tubuh yang tergigit selalu lebih rendah dari jantung.

"Hubungi petugas kesehatan dan biarkan petugas kesehatan yang menangani selanjutnya," katanya.

 Cerita Aneh Kemunculan Anak Ular Kobra di Tasikmalaya, Warga Didatangi Perempuan Cantik dalam Mimpi

 Pedagang di Pasar Baru Indramayu Lempar Kritik Pedas Untuk PTUN Bandung Soal Cipto Gudang Rabat

 VIDEO - Bayi Kukang Ditemukan Warga dalam Kondisi Lemah, Akhirnya Dievakuasi BKSDA Wilayah Cirebon

Berli mengatakan walau beredar kabar bahwa penemuan ular-ular tersebut disebabkan mereka memang berkembang biak pada akhir tahun, Berli belum bisa mengkategorikan kasus ini sebagai kejadian luar biasa. Terpenting, katanya, adalah antisipasi dan pencegahannya supaya hewan tidak menyakiti manusia.

Kasus di Ciamis

Sebelumnya diberitakan, telur dan ular kobra ditemukan di sejumlah daerah di Jabar, dari mulai Bogor, Bekasi, Purwakarta, Tasikmalaya, dan Ciamis. 

Seminggu  lalu, Udin (23) sempat memergoki ular cobra  meringkuk di trotoar dekat halte  IC  Komplek Perkantoran Kertasari Ciamis.

“Saya lupa lagi harinya, seminggu lalu, waktu itu habis hujan setelah magrib. Lihat ular hitam meringkuk di trotoar dimainin kucing. Tidak tahu dari mana datangnya. Ularnya kobra hitam,” ujar Udin (23) pedagang minuman di lapak roda samping halte IC Komplek Perkantoran Kertasari Ciamis kepada Tribun Senin (16/12).

Mengetahui ada ular tak jauh dari lokasi ia berjualan minuman, Udin mencoba melempar  ular tersebut dengan batu. “Yang kabur malah kucing, bukannya ular. Dicoba dilempar beberapa kali dengan batu, nggak ada yang kena,” katanya.

Udin melempar ular tersebut dari jarak yang agak jauh, tidak berani mendekat. “Akhirnya ularnya kabur masuk ke lobang got dekat toko Emen. Panjang sekitar 1 meter,” ujar Udin.

Senin (15/12) siang sekitar pukul 09.00  warga Lingkungan Bolenglang Rt 04 RW 05 Kertasari memergoki anak ular belang (diduga anak ular tanah) menjalar di gang depan warung sisi Jl Karya Bakti. Anak ular bewarna belang hitam –putih sebesar jari telunjuk sepanjang 30 cm akhirnya mati setelah dipukul dengan potongan kayu.

Banyaknya terror ular yang bermunculan di berbagai daerah saat ini, membua warga lebih hati-hati dengan lingkungan masing-masing.

Menurut Abah Eros, bagi yang terlanjur digigit ular berbisa, ada upaya darurat yang bisa dilakukan secara cepat. Yakni ambil bawang merah, kupas lantas kunyah sampai halus. Setelah itu tempelkan di bagian anggota tubuh yang digigit ular.

 Teror ular kembali gegerkan warga. Kali ini, beberapa ular kobra nasuk ke rumah warga di Kabupaten Bogor.

Dikutip TribunJabar.id dari Tribunnews Bogor, ular itu berkeliaran di permukiman warga di Kampung Sawah, RT 02/11, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor.

Tim Rescue Pemadam Kebakaran Kabupaten Bogor menerima laporan dari warga tersebut pada Rabu (4/12/2019).

Tim pun langsung bergerak cepat datang ke lokasi yang dilaporkan.

Mereka menyisir setiap titik, mencari keberadaan ular itu.

Tim juga melakukan pengamanan area.

Tujuan mereka adalah mencari sarang ular berbisa.

 Panji Petualang Sampai Kaget, Ular King Cobra Raksasa Itu Menyerangnya Membabi Buta

Mereka menduga, ular-ular yang masuk ke rumah warga itu baru menetas dari sarangnya.

"Diduga (induknya) baru menetas dari sarangnya. Sehingga keluar dan mulai masuk ke rumah warga. Menurut kesaksian warga sudah 20 ekor anak ular yang ditemukan," kata Danru 1 Rescue Damkar Kabupaten Bogor, Arman Riyanto saat dikonfirmasi TribunnewsBogor.com.

Benar saja, tim Damkar menemukan sarang ular di area pemakaman.

 HEBOH, Ditemukan 20 Ular Kobra Bersarang di Area Pemakaman di Cibinong Bogor, Ular Kerap Masuk Rumah

Selain sarang tersebut, ada juga beberapa butir telur yang sudah dan belum menetas.

"Sarang berada di dekat samping makam dengan membongkar bagian samping. Dan benar ular tersebut berhasil ditemukan beserta beberapa butir telur yang belum menetas," ungkapnya.

Tim Rescue Damkar Kabupaten Bogor terjun melakukan pencarian sarang ular berbisa di Kampung Sawah, Cibinong, Rabu (4/12/2019).
Tim Rescue Damkar Kabupaten Bogor terjun melakukan pencarian sarang ular berbisa di Kampung Sawah, Cibinong, Rabu (4/12/2019). (Istimewa via Tribunnews Bogor)

Cara Menemukan

Arman membeberkan cara timnya bisa menemukan sarang ular itu.

Caranya ternyata terbilang sederhana, namun mereka dibekali peralatan yang berguna untuk meningkatkan keamanan.

Seperti diketahui, ular kobra adalah ular berbisa.

Jika digigit ular itupen, efeknya bisa mematikan.

Arman mengatakan, awalnya tim mencari lubang-lubang.

 Detik-detik Ular King Kobra Jumbo Buat Panji Petualang Marah dan Kaget, Beringas dan Gede Banget

Lubang-lubang tersebut diduga jadi tempat ular berlindung.

Supaya aman, lubang itu dicek menggunakan alat bantu berupa tongkat.

Tak hanya itu, lubang pun diberi karbit.

Hal tersebut dilakukan agar ular terpancing keluar.

Hingga akhirnya, tim menemukan sarang ular, telur ular, beserta ularnya sekaligus.

Evakuasi telur ular kobra di Kampung Sawah, Cibinong, Kabupaten Bogor, Rabu (4/12/2019)
Evakuasi telur ular kobra di Kampung Sawah, Cibinong, Kabupaten Bogor, Rabu (4/12/2019) (Instagram @damkarbogorkab)

Ada Videonya

Detik-detik penemuan sarang dan telur ular kobra itu diabadikan dalam bentuk video.

Video tersebut diunggah di akun Instagram @damkarbogorkab.

Dalam video tersebut, petugas terlihat memukul-mukulkan tongkat ke tembok makam.

Rupanya di balik tembok makam itu, ada sarang dan telur ular.

Petugas kemudian mengangkat telur ular itu.

Mereka mengambil telur menggunakan tangan yang sudah mengenakan sarung tangan.

 Teror Ular Kobra di Jember Bikin Warga Geger, Ada Puluhan Ekor, Panji Petualang Jelaskan Penyebabnya

"Nah ini udah menetas nih," ujar seorang pria dalam video.

Warga ternyata juga ikut membantu petugas mencari ular kobra.

Seorang warga tampak sedang berjongkok seperti sedang mencari sesuatu.

Namun ia diperingatkan agar berhati-hati.

"Pak hati-hati pak, takutnya masih ada (ularnya)," kata seorang pria.

Kemudian, petugas yang mengenakan pakaian berwarna oranye berhasil menangkap ular kobra.

Ia memegang bagian kepala ular tersebut.

Secara perlahan, ular dimasukkan ke dalam karung.

"Awas jangan lepas, kepalanya," ujar seorang pria dalam video tersebut. (*)

Sumber: Kompas.com (Penulis: Kontributor Tasikmalaya Irwan Nugraha | Editor: Dony Aprian)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Teror 17 Ular Kobra di Kamar dan Ruang Tamu Pondok Pesantren di Tasikmalaya", https://regional.kompas.com/read/2020/01/13/14391061/teror-17-ular-kobra-di-kamar-dan-ruang-tamu-pondok-pesantren-di-tasikmalaya?page=all#page2.
Penulis : Kontributor Tasikmalaya, Irwan Nugraha
Editor : Dony Aprian

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved