Breaking News:

4 Santriwati Ponpes Condong Kesurupan Menari Ular, Lalu Muncul 17 Ekor Kobra dan Ditangkap Santri

Menurut Saeful, dirinya tak bisa memastikan apakah insiden itu berkaitan dengan kejadian penangkapan ular yang meneror lingkungan pesantren atau bukan

Editor: Machmud Mubarok
Shutterstock via kompas.com
Ilustrasi ular Kobra. 

"Keseharian bapak berjualan es cendol keliling kampung, dan pekerjaan sampingan menjadi petani sesekali bisa mencangkul hingga bapak terkena patukan ular berukuran jempol tangan warna hitam," ujar anak korban, Jafar, Minggu (12/1/2020).

Jafar yang sempat menemani ayahnya di sawah lalu membawa Emuh ke puskesmas terdekat karena mengalami muntah-muntah. Oleh dokter, kaki Emuh disebut terkena gigitan serangga lalu diberi obat. 

"Bapak sudah mendapatkan obat dan dokter memastikan bahwa bengkak pada bagian kaki sebelah kanan akibat dari gigitan serangga," ungkapnya.

Bukannya mereda, kaki Emuh malah semakin membengkak dan menjadi hitam hingga dirujuk ke RSUS dr Soekardjo. Namun sayang, Emuh akhirnya menghembuskan napas terakhir setelah dua jam dirawat di rumah sakit tersebut.

Jenazah kemudian dipulangkan untuk dimakamkan pada Minggu dini hari.

Atas insiden itu, pihak keluarga mengaku sudah ikhlas dan berpesan kepada warga lain agar selalu waspada.

"Kami ikhlas dan itu adalah musibah. Tapi kepada warga lainnya untuk berhati-hati akan bahayanya patukan ular di lingkungan sekitar," ujarnya.

SABU

Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat memastikan kelancaran distribusi serum Anti Bisa Ular (ABU) ke kabupaten dan kota di Jawa Barat untuk mengantisipasi temuan ular kobra di sejumlah tempat di Jabar sejak beberapa hari lalu.

Jika ada warga yang tergigit ular, diminta segera mendatangi pusat pelayanan kesehatan (pusyankes) atau aparat setempat untuk mendapat penanganan.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved