Para Nelayan Indramayu Terpaksa Kerja Serabutan, Karena Tidak Melaut Sambil Tunggu Ombak Tinggi Reda

Mereka kini lebih banyak menganggur tidak melaut akibat gelombang tinggi dan cuaca buruk yang melanda perairan Pulau Jawa.

Para Nelayan Indramayu Terpaksa Kerja Serabutan, Karena Tidak Melaut Sambil Tunggu Ombak Tinggi Reda
Handhika Rahman/ Tribuncirebon.com
Samsudin (50) nelayan asal Desa Karangsong, Kecamatan/Kabupaten Indramayu, Minggu (12/1/2020). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Masa paceklik tengah dihadapi para nelayan kapal kecil di Kabupaten Indramayu memasuki musim barat sekarang ini.

Mereka kini lebih banyak menganggur tidak melaut akibat gelombang tinggi dan cuaca buruk yang melanda perairan Pulau Jawa.

Nelayan asal Desa Karangsong, Kecamatan/Kabupaten Indramayu, Samsudin (50) mengatakan, akibat libur melaut ia kebingungan guna mencukupi kebutuhan sehari-hari keluarganya.

Berisiko Tinggi Karena Gelombang Tinggi Para Nelayan Indramayu Lebih Memilih Libur Melaut

Gelombang Laut Tinggi, Nelayan Diimbau Tidak Melaut di Perairan Laut Jawa Untuk Sementara Waktu

"Saya punya anak 4, satu sudah bekerja di Malaysia, satu baru lulus tapi masih belum kerja, dua laginya masih sekolah," ujar dia kepada Tribuncirebon.com saat ditemui di Dermaga Pantai Karangsong, Kecamatan/Kabupaten Indramayu, Minggu (12/1/2020).

Samsudin menjelaskan, tidak jarang Ia mesti berhutang ke sana kemari hanya untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

"Walau libur tapi kan tetap kalau keluarga harus dipenuhi kebutuhannya," ucap dia.

Tidak hanya itu, Samsudin yang hanya bermata pencaharian sebagai nelayan itu bahkan sering menawarkan tenaganya untuk bekerja kepada pengusaha agar bisa tetap beraktivitas.

ZODIAK CINTA Besok Senin 13 Januari 2020: Percaya Pada Naluri Sendiri, Fokus Mencari Cinta Sejati

Wanita Dengan Bulu Lebat Memiliki Libido Tinggi? Mitos Atau Fakta? Cek Manfaat Bulu Pada Tubuh

Dia menawarkan jasa bekerja serabutan, seperti menjadi kuli dan pekerjaan lainnya demi menghasilkan pundi-pundi rupiah.

"Tapi tidak setiap hari juga mas, kalau ada yang butuh saya sering kerja serabutan juga," ucap dia.

Halaman
1234
Penulis: Handhika Rahman
Editor: Mumu Mujahidin
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved