Hotel Bintang Tiga Segera Dibangun di Kawasan Bandara Kertajati Majalengka, Investasi Rp 50 Miliar

Keberadaan fasilitas ini diharapkan mampu menarik jumlah penumpang ke bandara tersebut yang selama ini dinilai masih sangat kurang.

Hotel Bintang Tiga Segera Dibangun di Kawasan Bandara Kertajati Majalengka, Investasi Rp 50 Miliar
TribunCirebon.com/Ahmad Imam Baehaqi
Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Kabupaten Majalengka, Kamis (13/12/2018) 

Laporan Wartawan Tribun, Cipta Permana

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui BUMD PT Jasa dan Kepariwisataan Jabar (Perseroda), akan membangun hotel bintang tiga di kawasan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati di Kabupaten Majalengka.

Keberadaan fasilitas ini diharapkan mampu menarik jumlah penumpang ke bandara tersebut yang selama ini dinilai masih sangat kurang.

Direktur Keuangan dan SDM PT Jaswita Jabar, Shobirin Faturahman Hamid mengatakan, meski belum mengetahui angka pasti, ia memprediksi nilai investasinya mencapai Rp 50 miliar, dan pembangunannya diharapkan mulai tahun ini.

"Maskapai meminta kesiapan bandara harus lengkap. Salah satunya harus ada hotel  bintang tiga di sekitar bandara," katanya saat ditemui saat peresmian logo juga pengumuman sayembara desain logo dan seragam baru di Gedung De Majestic, Jalan Braga, Kota Bandung, Jumat (10/1/2020).

Lebih lanjut, Shobirin menuturkan, sebagai BUMD yang bergerak di bidang properti dan kepariwisataan, pihaknya berkewajiban untuk mendukung tumbuhnya sektor tersebut. Selain membangun kawasan wisata, sektor perhotelan ini pun turut digarapnya.

Pantai Pangandaran

Selain di BIJB Kertajati, lanjutnya, pembangunan hotel baru pun akan dilakukan di kawasan wisata Pantai Pangandaran. Selain itu pihaknya akan mengelola supporting bidang pariwisata, seperti perhotelan, ticketing, tour and travel.

Ia menambahkan, pembangunan tersebut, akan dikerjasamakan dengan sektor swasta sesuai dengan aturan.

"Skema yang menggunakan aset negara. Kita kerjasamakan, BOT, BTO, atau mungkin ada skema lain," ucapnya.

Barbie Kumalasari Ngaku Pakai Susuk Berlian Sebagai Pemikat, Dan Didampingi 7 Bidadari Sejak Kecil

Polisi Janji Umumkan Hasil Autopsi Kematian Lina Mantan Istri Sule yang Akan Keluar 14 Hari ke Depan

Sementara itu, berdasarkan rencana kerja dan anggaran perusahaan (RKAP), pihaknya akan menerima suntikan dana dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebesar Rp 400 miiar. Dana tersebut rencananya diberikan bertahap mulai 2020 hingga 2023.

Dengan adanya suntikan tersebut, target dividen per tahun dinaikkan tiga kali lipat. Pada tahun 2019, Jaswita Jabar ditargetkan Rp.60 miliar. Sedangkan tahun 2020 sebesar Rp. 200 miliar. Meski begitu, dirinya optimistis target itu bisa tercapai meski kondisi perekonomian global dalam kondisi tidak baik.

"Leisure, hospitality tetap bertahan meski ada tekanan," ujarnya.

Diperiksa 5 Jam, Putri Delina Anak Pasangan Sule dan Mendiang Lina Tampak Kelelahan

Suami Selingkuh Sama Teman Sendiri Terbongkar Seusai Melahirkan, Ini Kisah Pilu Wanita Malaysia

Sebelumnya Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil meminta SDM PT Jaswita agar bekerja lebih keras dalam memaksimalkan potensi kepariwisataan di wilayahnya. Melalui perubahan logo perusahaan, menurutnya harus menjadi penyempurna dan membawa semangat baru dalam berkarya.

"Harus memiliki jiwa keras, punya jiwa korsa, kedisiplinan. InsyaAllah akan jadi BUMD terbaik di Jawa Barat," katanya melalui tayangan video singkat yang ditampilkan dalam sesi peluncuran logo baru. (Cipta Permana).

Editor: Machmud Mubarok
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved