Program Citarum Harum pada 2020 Difokuskan pada Kawasan Hulu

Pemerintah mendorong supaya progres program Citarum Harum mulai memperlihatkan hasil positif pada 2020.

Program Citarum Harum pada 2020 Difokuskan pada Kawasan Hulu
Dokumen Tribun Jabar
Daerah hulu Sungai Citarum di Desa Cihawuk, Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung, Rabu (27/12/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Syarif Abdussalam

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Pemerintah mendorong supaya progres program Citarum Harum mulai memperlihatkan hasil positif pada 2020. Dengan demikian, satu per satu persoalan di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum dapat berangsur membaik.

Deputi IV Bidang Koordinasi SDM, IPTEK, dan Budaya Maritim, pada Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi Safri Burhanuddin meninjau sejumlah titik DAS Citarum, Rabu (8/1/2020). Pihaknya meninjau mulai dari hulu sungai Citarum sampai command center Citarum Harum.

“Kita mau lihat hasilnya. Setelah kita bekerja dua tahun ini, kita pertama melihat apakah sungainya sudah semakin bersih apa tidak. Kedua, bantaran sungainya makin bagus apa tidak. Apakah banjir yang ada itu makin parah atau tidak. Alhamdulillah semuanya positif,” kata Safri dalam kesempatan tersebut.

Meski begitu, Safri tidak memungkiri bahwa masih ada sejumlah pekerjaan rumah yang mesti dituntaskan. Salah satunya adalah penghijauan lahan kritis, terutama di DAS Citarum hulu.

 Detik-detik Via Vallen Pingsan Saat Manggung di Kepahiang, Tiba-tiba Tumbang karena Mabuk Perjalanan

Lahan kritis sendiri merupakan lahan di dalam maupun di luar kawasan hutan yang mengalami kerusakan sehingga hilang atau berkurang fungsinya.

Berdasarkan data Satuan Tugas (Satgas) Citarum Harum, terdapat 77.037 hektare lahan kritis di DAS Citarum hulu. Dari luas tersebut, 61.681 hektare lahan kritis milik masyarakat. Maka itu, kata Safri, perlu pendekatan berbeda guna menyelesaikan masalah tersebut.

“Yang masih perlu kita benahi adalah masalah proses penghijauan di atas. Dari 77 ribu hektare lahan kritis, 61 ribu hektare lahan kritis milik masyarakat. Itu tentu pendekatannya berbeda dengan milik negara,” ucapnya.

Fokus utama pada 2020 selain pembenahan Citarum, yakni penghijauan di hulu. Jadi, bibit itu perlu proses waktu untuk tumbuh. Pihaknya mengintegrasikan semua program di kementerian maupun di CSR untuk tahun ini penghijauan secara masif.

Safri pun menginstruksikan agar Citarum Harum membuka pintu selebar mungkin dan mengajak berbagai pihak untuk ikut terlibat.

 Ridwan Kamil Sebut Logistik ke 13 Desa Terisolasi di Bogor Sudah Bisa Disalurkan dalam 3 Hari

“Instruksi sekarang lebih cenderung kita mengajak sebanyak mungkin stakeholder, bukan cuma pemerintah, tetapi juga non-pemerintah terlibat,” ucapnya.

Selain itu, Safri merespons positif penerapan sejumlah teknologi dalam pengawasan. Contoh, Satgas Citarum Harum menyimpan CCTV dan sensor di beberapa titik untuk melihat tingkat pencemaran, baik dari limbah industri maupun domestik.

“Tidak mungkin atau setiap saat menggunakan mata ke lapangan. Kita membutuhkan alat. Alat yang dipasang kita itu akan membantu dan mempercepat kita melihat daerah mana yang mengalami pencemaran, sehingga kita bisa identifikasi pencemarannya ada di mana,” katanya. (

Editor: Fauzie Pradita Abbas
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved