Kadisdik Kabupaten Bandung Membenarkan Bawahannya Terkena OTT Bersama 4 Kepala Sekolah

Juhana mengungkapkan, Kabid SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung, (MS) yang terkena OTT.

NET
Ilustrasi uang 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Lutfi Ahmad M

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung, Juhana membenarkan terdapat bawahannya yang terkena oprasi tangkap tangan ( OTT) oleh Satgas Saber Pungli Jabar pada Jumat (3/1/2020).

Juhana mengungkapkan, Kabid SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung, (MS) yang terkena OTT. 

Menurut informasi yang diterima OTT itu dilakukan di SMP Negeri 1 Pameungpeuk Kabupaten Bandung, terkait dugaan pungutan terhadap tujuh kepala sekolah SMP, yang menerima dana alokasi khusus (DAK)‎ masing-masing senilai Rp 7,5 juta.

Pada OTT tersebut satgas menyita sejumlah uang puluhan juta rupiah.

"Yang diamankan ada 6 orang, Kabid, sopir, dan 4 kepala sekolah," ujar Juhana, saat dihubungi, Tribun Jabar, Minggu (5/1/2020).

Juhana mengaku, kaget dan sangat menyayangkan atas adanya kejadian tersebut.

"Di lingkungan Dinas Pendidikan tapi terjadi hal seperti itu, itu kan tidak mendidik," ujar Juhana.

Juhana berharap, kejadian ini merupakan yang terakhir dan ke depan tidak ada lagi kejadian serupa.

"Tentu kami sangat menyayangkan ini terjadi, ke depan kami akan perkuat dengan pelatihan dan berbagai program supaya hal ini tidak terjadi kembali. Bahkan kami akan mengundang Satgas Pungli dan lainnya untuk menjadi narasumber," kata dia.

Kabid SMP Disdik Kabupaten Bandung, Terkena Operasi Tangkap Tangan Satgas Saber Pungli Jabar

MANFAAT Minum Kopi Tanpa Gula, Turunkan Risiko Terkena Diabetes dan Kanker

Berikut Tata Cara dan Niat Mandi Junub Setelah Berhubungan Badan Antara Suami dan Istri

Atas kejadian tersebut, Juhana mengaku, belum bisa mengambil tindakan, kepada Kepala Bidang SMP, karena masih dalam proses pemeriksaan.

"Biarkan dan hormati proses hukum yang berjalan, nanti jika sudah selesai, baru ambil tindakan. Sebab sekarang saya juga belum tahu kronologi sebenarnya seperti apa," ujar dia.

Menurut Juhana, jika telah selesai dari pemeriksaan Polisi, nanati juga akan ada rekomendasi seperti apa.

Maka kata Juhana, untuk melakukan tindakan, memecat (Maman) dari jabatannya atau lainnya, akan dilakukan setelah pemeriksan dan lainnya oleh pihak yang berwajib selesai.

"Saya harap ini yang terakhir tidak ada lagi kejadian seperti ini, di mana pun," ucapnya.

Editor: Mumu Mujahidin
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved