Breaking News:

Puluhan Anak Ular Kobra Teror Warga Ngawi, Berkeliaran di Permukiman dan Masuk Rumah Warga

Melihat kondisi itu, warga meminta bantuan kepada Tim SAR Elpeje untuk membantu melakukan proses evakuasi ular kobra.

Editor: Machmud Mubarok
(KOMPAS.COM/DOK TIMSAR.elpeje)
Tim SAR ELPEJE Kabupaten Ngaw kembali mengevkuasi puluhan anakan ular kobra yang berkeliaran di lingkugnan perumahan warga. 

Dia menambahkan, ular yang ditemukan sekitar umur 2 hingga 3 minggu dengan panjang sekitar 20 cm.

Untuk mengantisipasi masjid tersebut digunakan sebagai sarang ular, pihaknya dan pengurus masjid menutup lubang di dalam gudang, yang dijadikan tempat untuk pompa air.

Kasus serupa

Cerita aneh mewarnai teror anak kobra di Perumahan Tata Lestari, Desa Cikadongdong, Kecamatan Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya.

Aceng Abdul Haq (60), warga setempat, mengaku, beberapa hari sebelum teror anak kobra muncul, dirinya bermimpi ditemui seorang perempuan berparas cantik. Perempuan itu meminta agar Aceng membuka pintu tempat tinggalnya.

"Dia meminta saya membuka jalan keluar, karena tempat tinggalnya tertutupi," kata Aceng yang ditemui di rumahnya, Selasa (17/12).

 KAYU Manis Bisa Mengontrol Gula Darah & Baik Dikonsumsi Penderita Diabetes, Begini Cara Mengolahnya

Seperti diketahui teror anak kobra menghantui warga Perumahan Tata Lestari, khususnya lingkungan RT 04 RW 10. Hingga saat ini warga berhasil menangkap 15 ekor. Tiga diantaranya diamankan masih hidup. Sementara yang lainnya dibunuh serta satu dilepas ke sungai.

Aceng mengaku awalnya tidak habis pikir bermimpi aneh seperti itu. Namun belakangan ia teringat, pernah menutup lubang sebuah tembok di dekat rumahnya. Dia menduga mimpi itu muncul karena soal lubang itu.

"Baru kali ini mimpi didatangi perempuan. Cantik lagi. Saya langsung terbangun dan berfikir kenapa sampai mimpi seperti itu. Tapi karena masih mengantuk, saya tidur lagi," ujar Aceng.

 Pasangan Polisi Ini Lagi Pacaran, Langsung Beraksi Begitu Melihat Pelaku Penembak Sopir Taksi

 Susi Pudjiastuti Bicara Lagi Soal Ekspor Lobster: Nikel Itu Bisa Habis, Lobster Itu Bisa Terus Ada

Keesokan harinya ia akhirnya ingat pernah menutup sebuah lubang tembok yang bolong.

"Dengan dihinggapi rasa tidak menentu, lubang yang pernah ditutupi semen itu kemudian dibuka lagi. Setelah itu saya tidak tahu lagi, apakah ada ular atau binatang lain yang keluar," kata Aceng.

Beberapa hari kemudian muncul teror berkeliarannya anak kobra. "Saya tidak tahu apkah ada kaitannya teror kobra dengan mimpi saya.

Yang jelas saat ini kami masih khawatir. Terutama soal keberadaan induk kobra ini," ujar Aceng.

Diberitakan sebelumnya, Kepala Desa Cokadongdong, Kecamatan Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, bersama aparat Polsek Singaparna meninjau lokasi teror anak kobra di Perumahan Tata Lestari, Selasa (17/12).

Mereka sempat memasuki sebuan rumah kosong yang di halaman depan dan belakangnya dipenuhi semak belukar. Dengan hati-hati petugas menyingkap semak-semak di rumah yang sudah sekitar lima tahun itu kosong.

Seperti diketahui, teror anak kobra melanda Perumahan Tata Lestari. Hingga saat ini warga berhasil menemukan 15 anak kobra.

Sebelas ekor dibunuh, satu ekor dilepas di sungai yang jauh dari permukiman dan tiga lagi masih diamankan di dalam botol air mineral.

Kepala Desa Cikadongdong, Syarif Hidayat, meminta warga tetap tenang namun waspada, karena bisa saja ular masih ada di tempat persembunyiannya.

"Sebelum ke sini sempat //googling// mencari tahu soal ular kobra. Dari situ saya dapat keterangan bahwa ular sekali menetas itu bisa 20 sampai 30 ekor jumlahnya. Jika ini benar berarti masih ada minimal 5 sampai 15 ekor lagi," kata Syarif. Dia meminta warga setempat terus waspada.

Niar (35), salah seorang ibu rumah tangga, mengatakan, warga terutama ibu-ibu masih khawatir. Di malam hari mereka tak bisa tidur nyenyak karena khawatir ada ular masuk rumah.

"Hingga saat ini kami belum bisa tidur nyenyak. Kami khawatir ular masih berkeliaran dan masuk rumah. Yang kami khawatirkan ank ular itu ukurnnya kecil jadi tidak terlalu terihat," ujar Niar yang diamini sejumlah ibu rumah tangg lainnya.

Kasus di Ciamis

Seminggu  lalu, Udin (23) sempat memergoki ular kobra  meringkuk di trotoar dekat halte  IC  Komplek Perkantoran Kertasari Ciamis.

“Saya lupa lagi harinya, seminggu lalu, waktu itu habis hujan setelah magrib. Lihat ular hitam meringkuk di trotoar dimainin kucing. Tidak tahu dari mana datangnya. Ularnya kobra hitam,” ujar Udin (23) pedagang minuman di lapak roda samping halte IC Komplek Perkantoran Kertasari Ciamis kepada Tribun Senin (16/12).

Mengetahui ada ular tak jauh dari lokasi ia berjualan minuman, Udin mencoba melempar  ular tersebut dengan batu. “Yang kabur malah kucing, bukannya ular. Dicoba dilempar beberapa kali dengan batu, nggak ada yang kena,” katanya.

Udin melempar ular tersebut dari jarak yang agak jauh, tidak berani mendekat. “Akhirnya ularnya kabur masuk ke lobang got dekat toko Emen. Panjang sekitar 1 meter,” ujar Udin.

Senin (15/12) siang sekitar pukul 09.00  warga Lingkungan Bolenglang Rt 04 RW 05 Kertasari memergoki anak ular belang (diduga anak ular tanah) menjalar di gang depan warung sisi Jl Karya Bakti.

Anak ular bewarna belang hitam –putih sebesar jari telunjuk sepanjang 30 cm akhirnya mati setelah dipukul dengan potongan kayu.

Banyaknya terror ular yang bermunculan di berbagai daerah saat ini, membua warga lebih hati-hati dengan lingkungan masing-masing.

Menurut Abah Eros, bagi yang terlanjur digigit ular berbisa, ada upaya darurat yang bisa dilakukan secara cepat.

Yakni ambil bawang merah, kupas lantas kunyah sampai halus. Setelah itu tempelkan di bagian anggota tubuh yang digigit ular.

 Teror ular kembali gegerkan warga. Kali ini, beberapa ular kobra nasuk ke rumah warga di Kabupaten Bogor.

Dikutip TribunJabar.id dari Tribunnews Bogor, ular itu berkeliaran di permukiman warga di Kampung Sawah, RT 02/11, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor.

Tim Rescue Pemadam Kebakaran Kabupaten Bogor menerima laporan dari warga tersebut pada Rabu (4/12/2019).

Tim pun langsung bergerak cepat datang ke lokasi yang dilaporkan.

Mereka menyisir setiap titik, mencari keberadaan ular itu.

Tim juga melakukan pengamanan area.

Tujuan mereka adalah mencari sarang ular berbisa.

 Panji Petualang Sampai Kaget, Ular King Cobra Raksasa Itu Menyerangnya Membabi Buta

Mereka menduga, ular-ular yang masuk ke rumah warga itu baru menetas dari sarangnya.

"Diduga (induknya) baru menetas dari sarangnya. Sehingga keluar dan mulai masuk ke rumah warga. Menurut kesaksian warga sudah 20 ekor anak ular yang ditemukan," kata Danru 1 Rescue Damkar Kabupaten Bogor, Arman Riyanto saat dikonfirmasi TribunnewsBogor.com.

Benar saja, tim Damkar menemukan sarang ular di area pemakaman.

 HEBOH, Ditemukan 20 Ular Kobra Bersarang di Area Pemakaman di Cibinong Bogor, Ular Kerap Masuk Rumah

Selain sarang tersebut, ada juga beberapa butir telur yang sudah dan belum menetas.

"Sarang berada di dekat samping makam dengan membongkar bagian samping. Dan benar ular tersebut berhasil ditemukan beserta beberapa butir telur yang belum menetas," ungkapnya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "23 Anak Ular Kobra Teror Warga di Ngawi", https://regional.kompas.com/read/2020/01/03/19151491/23-anak-ular-kobra-teror-warga-di-ngawi?page=2.

Editor : Setyo Puji

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved