Anaknya Dituntut 2 Bulan Penjara Terkait Kasus Penembakan, Ini Komentar Bupati Majalengka

Menurut Karna Sobahi, dirinya tidak kuasa mempengaruhi proses hukum yang saat ini terus berjalan.

Anaknya Dituntut 2 Bulan Penjara Terkait Kasus Penembakan, Ini Komentar Bupati Majalengka
Tribun Cirebon/Eki Yulianto
Bupati Majalengka Karna Sobahi 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNCIREBONCOM, MAJALENGKA - Bupati Majalengka, Karna Sobahi menyerahkan kasus yang menjerat anaknya, Irfan Nur Alam kepada proses hukum yang sedang berjalan.

Saat ini, proses hukum kasus anak Bupati Majalengka, Irfan Nur Alam sudah memasuki pembacaan tuntutan yang telah dilayangkan kepada Irfan Nur Alam dari Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Yakni, JPU menuntut Irfan Nur Alam selama dua bulan penjara dipotong masa tahanan.

Menurut Karna Sobahi, dirinya tidak kuasa mempengaruhi proses hukum yang saat ini terus berjalan.

Oleh karena itu, mantan Kepala Dinas Pendidikan tersebut menyerahkan sepenuhnya ke proses hukum.

"Ya saya serahkan pada proses hukum lah, kita hargai proses hukum, nanti bukti persidangannya kayak apa, begitu," ujar Karna Sobahi saat ditemui pascaupacara Bela Negara di Lapangan GGM Majalengka, Jumat (27/12/2019).

Karna juga menyebut, apakah anaknya memang terjerat kasus yang selama ini gencar di pemberitaan.

Oleh karena itu, adanya persidangan akan terkuak fakta-fakta yang selama ini masyarakat tidak ketahui.

"Pokoknya kita hargai proses hukum," ucapnya.

Irfan Nur Alam, Anak Bupati Majalengka Dituntut Hukuman Dua Bulan Penjara Atas Kasus Penembakan

Sidang Keempat Anak Bupati Majalengka Irfan Nur Alam Digelar, Agenda Pembacaan Tuntutan Terdakwa

Tembak Kontraktor, Irfan Nur Alam, Anak Bupati Majalengka Dituntut Dua Bulan Penjara

Diketahui, dalam persidangan keempat anak Bupati Majalengka, Irfan Nur Alam kemarin hari, Kamis (26/12/2019), terdakwa mendengarkan tuntutan dari JPU.

Hasilnya, Irfan Nur Alam dituntut dua bulan penjara karena kealpaannya atau kelalaiannya sebagaimana Pasal 360 ayat 2 KUHPidana tentang kelalaian.

Sementara, sebelum dibacakannya tuntutan dari JPU kepada terdakwa, Irfan Nur Alam telah telah menjalani proses penyelidikan dan penyidikan oleh Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Majalengka.

Satreskrim langsung menetapkan Irfan Nur Alam bersama dua rekannya, Udin dan Soleh sebagai tersangka.

Polisi pun menjerat Irfan Nur Alam dengan pasal UU 170 jo Undang-Undang Darurat Pasal 1 ayat 1 tahun 1951 tentang penyalahgunaan senjata api, dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.

Penulis: Eki Yulianto
Editor: Mumu Mujahidin
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved