Kesehatan

Positif dan Negatif KB Spiral, Anda yang Memilih Alat Kontrasepsi Ini Baca Dulu Sebelum Menyesal

KB spiral atau sering juga disebut intrauterine device (IUD) merupakan alat kontrasepsi berbahan dasar plastik yang bentuknya seperti huruf T.

Positif dan Negatif KB Spiral, Anda yang Memilih Alat Kontrasepsi Ini Baca Dulu Sebelum Menyesal
NET
Ilustrasi KB spiral 

1. Bisa dipakai sebagai alat KB darurat jika dipasang dalam waktu lima hari setelah hubungan seks tanpa alat pengaman.
2. Bisa dilepas kapan saja.
3. Kesuburan bisa kembali dengan cepat setelah pelepasan.
4. Risiko Anda terkena kanker endometrium dan kanker serviks menurun.
5. KB jenis ini tidak membawa risiko efek samping seperti metode kontrasepsi hormonal lainnya.

KB spiral berlapis hormon

1.  Mengurangi nyeri saat haid dan sakit akibat endometriosis.
2.  Mengurangi risiko terkena kanker endometrium dan kanker serviks.
3.  Bisa dilepas kapan saja.
4.  Setelah dilepas, kesuburan Anda bisa kembali normal dengan cepat.
5.  Pendarahan menstruasi berkurang setelah beberapa bulan penggunaan.
6.  Penggunaan KB jenis ini bisa membuat leher rahim dipenuhi lendir. Hal ini bisa menghalang bakteri masuk sehingga
7.  Risiko Anda terkena penyakit menular seksual menurun.
8.  Tidak memiliki risiko terkena efek samping terkait metode kontrasepsi yang mengandung estrogen.
9.  Tidak membuat kegemukan.
10. Mengurangi risiko terkena kehamilan ektopik.

Sisi Negatifnya

Di balik keunggulannya, KB spiral juga memiliki beberapa kekurangan. Salah satunya adalah mahalnya biaya pemasangan KB spiral.

Selain itu, jika Anda ingin berhenti menggunakannya, maka hanya dokter yang bisa mencopotnya. 

KB ini juga tidak dilengkapi dengan alat pelindung yang bisa mencegah Anda terkena penyakit menular seksual.

Oleh karena itu, penggunaan KB ini disarankan bagi Anda yang memiliki satu pasangan seksual saja dan pasangan Anda itu juga hanya memiliki satu pasangan seksual, yaitu Anda.

Jika Anda memilih KB spiral hormon, maka kemungkinan Anda bisa terkena kista ovarium. KB spiral hormon juga berpotensi menyebabkan efek samping yang bisa mengganggu, seperti jerawat, sakit kepala, perubahan mood, dan nyeri payudara.

Namun Anda tidak perlu khawatir karena efek samping tersebut biasanya hilang setelah beberapa bulan pemakaian.

Halaman
1234
Penulis: Fauzie Pradita Abbas
Editor: Fauzie Pradita Abbas
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved