Breaking News:

Sidang Ketiga Anak Bupati Majalengka

Irfan Nur Alam Anak Bupati Majalengka Memberikan Kesaksian di Sidang Ketiganya, Begini Kesaksiannya

Termasuk meminta penjelasan mengenai awal kedatangan saudara Panji Pamungkasa di ke Majalengka dari awal hingga akhir.

Tribun Cirebon/Eki Yulianto
Sidang Kasus Anak Bupati Majalengka, Irfan Nur Alam. 

"Saat datang ke rumah saya malam kejadian di kelurahan Cijati, dari laporan keluarga yang di rumah, Panji dan kawan-kawan sempat menggas mobilnya berkali-kali, hingga membuat suasana bising dan mengganggu tetangganya," ucapnya di hadapan Majelis Hakim.

Lanjut dirinya mengaku, saat itu tidak langsung bergegas pulang ke Majalengka mengingat tujuannya untuk liburan dan menginap beberapa hari.

"Baru setelah beberapa jam kemudian, saya dikabari kembali bahwa situasi semakin memanas di Majalengka. Saya disarankan pulang, karena saudara saya terancam, terlebih kelompok Panji dan kawan-kawan mengeluarkan beragam senjata," kata Irfan.

Kenakan Kemeja Putih, Irfan Nur Alam, Anak Bupati Majalengka Hadir di Persidangan

Marko Simic Jadi Top Score di Liga 1 2019, Ini Janjinya Pada Persija dan Jakmania di Musim Depan

Atas pertimbangan itu, Irfan Nur Alam akhirnya pulang ke Majalengka.

Namun, dari Bandung dirinya tidak langsung ke tempat kejadian perkara (TKP) di Cigasong melainkan ke rumahnya untuk istirahat sejenak.

"Selesai mandi dan ganti pakaian, saya diminta oleh saudara Andi Salim, agar hadir ke Cigasong membantu menyelesaikan masalahnya. Atas saran itu, saya akhirnya datang," jelasnya.

Kemudian, sebelum turun dirinya disarankan oleh seseorang teman dekatnya agar membawa senjata, mengingat pergerakan massa sudah mulai memanas.

"Saat saya turun di mobil, saya melihat ada 5 titik massa di sekitar ruko yang berkumpul. Massa itu kelompok Panji dan kelompok dari Majalengka," ujar Irfan.

Sidang Perdana Irfan Nur Alam Digelar Kemarin, Hadirkan 12 Saksi

Sudah 7 Jam, Irfan Nur Alam, Anak Bupati Majalengka Masih Diperiksa Polisi, Terkait Kasus Penembakan

Lebih jauh Irfan menyampaikan, saat datang belum terjadi bentrok fisik, melainkan terjadi perang mulut antara kedua belah pihak.

"Saat saya hendak masuk ke dalam ruko, saya mendengar ada teriakan orang minta tolong. Saat itu saya menghampirinya dan berteriak agar dihentikan. Tapi karena tidak digubris, akhirnya saya meletupkan senjata satu kali ke atas guna melerai keributan," ucap dia.

Halaman
1234
Penulis: Eki Yulianto
Editor: Mumu Mujahidin
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved