Sidang Ketiga Anak Bupati Majalengka

BREAKING NEWS: Sidang Ketiga Irfan Nur Alam, Anak Bupati Majalengka Digelar Hari Ini

Kasus penembakan yang menimpa putra kandung Bupati Majalengka, Irfan Nur Alam sudah memasuki sidang ketiga.

BREAKING NEWS: Sidang Ketiga Irfan Nur Alam, Anak Bupati Majalengka Digelar Hari Ini
Tribuncirebon.com/Eki Yulianto
Sidang Anak Bupati Majalengka, Irfan Nur Alam 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNCIREBON, MAJALENGKA- Kasus penembakan yang menimpa putra kandung Bupati Majalengka, Irfan Nur Alam sudah memasuki sidang ketiga

Sidang ketiga, rencananya akan dilaksanakan pada hari ini, Senin (23/12/2019) di Pengadilan Negeri kelas II Kabupaten Majalengka.

Laga Terakhir Persib Bandung vs PSM Makassar Jadi Perpisahan untuk Hariono, Supardi Nasir Menangis

Menurut Penasehat Hukum Irfan Nur Alam, Kristiawanto menyampaikan sidang ketiga ini akan menghadirkan dua orang saksi yang masing-masing dari penuntut umum dan penasehat hukum.

Saksi ahli dari penuntut umum sendiri yakni saksi ahli dari kepolisian bidang senjata, sedangkan saksi dari penasehat hukum, yaitu saksi meringankan.

Tenangkan Diri, Jangan Panik, Jangan Banyak Bergerak Jika Anda Digigit Ular Berbisa, Lakukan Hal Ini

"Jadwalnya mendengarkan saksi ahli dari penuntut umum, karena waktu Kamis lalu saksi ahli tersebut tidak hadir. Maka diundur hari ini. Karena kita keberatan untuk dibacakan, juga dalam keterangan itu tidak ada berita acara sumpah," ujar Kristiawanto.

Sementara saat sidang kedua yang dilaksanakan, Kamis (19/12/2019) lalu, penuntut umum menghadirkan dua orang saksi ahli yang masing-masing dari ahli bidang pidana dan ahli bidang kedokteran.

Sakti tersebut atas nama, I Tjudin dari Fakultas Hukum UNPAD dan Dr Anindito Sidhy.

Dalam keterangannya, I Tjudin menerangkan bahwa perbuatan terdakwa tidak memenuhi unsur mempergunakan senjata api (senpi) tanpa hak sebagaimana yang diatur dalam UU darurat No 12 tahun 1951.

Nagita Slavina Syok Lihat Raffi Ahmad Nyaris Jatuh ke Jurang saat Main Ski

Lebih lanjut Tjudin menjelaskan, terkait "Culpa" (kelalaian), bahwa saudara terdakwa diduga lalai tidak menyimpan kembali senpi yang dimiliki ketempat semula.

Halaman
12
Penulis: Eki Yulianto
Editor: Mutiara Suci Erlanti
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved