Breaking News:

Ular Kobra Patuk 4 Warga, 2 Orang Tewas Seketika, Jika Digigit Ular Segera Minta SABU ke Puskesmas

Kepala Desa Mamampang, Abdul Azis Daus mengaku kemunculan ular kobra merupakan hal yang baru pertama kali terjadi.

Editor: Machmud Mubarok
instagram/panjipetualang_real
ilustrasi Ular king kobra di Kapuas yang disebut tidak berpindah tempat selama 4 tahun (kiri) dan Panji Sang Petualang (kanan) 

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, Berli Hamdani Gelung Sakti, mengatakan langkah pencegahan diutamakan dalam penanganan kasus merebaknya perkembangan ular di sejumlah titik di Jawa Barat ini.

Masyarakat diminta terus berkoordinasi dengan aparat desa, keamanan, dan bidang penanganan hewan di pemerintahan setempat.

"Kami dari dinas kesehatan bertugas untuk penanganan korban, dan semoga tidak ada korban gigitan ular. Penanganan ularnya dari aparat keamananan dan dari organisasi perangkat daerah (OPD) terkait hewan," kata Berli di Kantor Dinas Kesehatan Jabar kepada Tribun Jabar, Selasa (17/12).

Berli mengatakan pihaknya meminta warga waspada walaupun belum ada laporan mengenai warga yang digigit ular dari kasus atau temuan tersebut. Terpenting, katanya, dinas kesehatan setempat sudah menyiapkan serum Anti Bisa Ular.

"Saran untuk warga, kalau menemukan ular atau binatang lain yang berpotensi melukai, segera hubungi dinas peternakan atau kesehatan hewan atau petugas keamanan terdekat. Jangan melakukan penanganan secara sendiri. Kalau ada penyedia jasa profesional penanganan hama atau ular, hubungi mereka," katanya.

Susi Pudjiastuti Dinobatkan sebagai Tokoh Publik Paling Dikagumi 2019, Pernah Dapat Penghargaan Ini

KISAH MAMA Muda di Cianjur Selamat usai Terkubur Reruntuhan, Sang Anak Menangis Saat Proses Evakuasi

Kalau sampai dipatuk ular katanya, segera lakukan pertolongan pertama dengan mengikat bagian tubuh proksimal atau yang ke arah jantung dari tubuh tergigit. Kemudian, letakkan bagian tubuh yang tergigit selalu lebih rendah dari jantung.

"Hubungi petugas kesehatan dan biarkan petugas kesehatan yang menangani selanjutnya," katanya.

Berli mengatakan walau beredar kabar bahwa penemuan ular-ular tersebut disebabkan mereka memang berkembang biak pada akhir tahun, Berli belum bisa mengkategorikan kasus ini sebagai kejadian luar biasa. Terpenting, katanya, adalah antisipasi dan pencegahannya supaya hewan tidak menyakiti manusia. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "2 Warga Gowa yang Tewas di Tempat Setelah Digigit Ular Kobra Alami Luka Bekas Berwarna Hitam", https://regional.kompas.com/read/2019/12/19/12582211/2-warga-gowa-yang-tewas-di-tempat-setelah-digigit-ular-kobra-alami-luka.

Editor : Candra Setia Budi

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved