Breaking News:

PT KAI Daop 3 Cirebon Catat Ada 8 Jalur Kereta Api yang Rawan Banjir dan Tanah Ambles

Hari ini, PT KAI telah memulai angkutan Natal dan Tahun Baru 2020 (Nataru). Berbagai upaya

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi | Editor: Fauzie Pradita Abbas
Tribuncirebon.com/Ahmad Imam Baehaqi
Vice President PT KAI Daop 3 Cirebon, Tamsil Nurhamedi. 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON - Hari ini, PT KAI telah memulai angkutan Natal dan Tahun Baru 2020 (Nataru).

//

Berbagai upaya juga telah disiapkan untuk mengantisipasi hal-hal yang dikhawatirkan mengganggu perjalanan kereta api termasuk bencana alam.

Vice President PT KAI Daop 3 Cirebon, Tamsil Nurhamedi, mengatakan, ada beberapa titik di sepanjang jalur kereta api di wilayah kerja PT KAI Daop 3 Cirebon yang rawan bencana.

"Kira-kira ada delapan titik yang rawan bencana di wilayah Daop 3 Cirebon," ujar Tamsil Nurhamedi saat ditemui usai Apel Gelar Pasukan Nataru di Stasiun Cirebon, Jl Inspeksi, Kota Cirebon, Kamis (19/12/2019).

Ia mengatakan, seluruh titik itu rawan bencana alam terutama saat musim hujan seperti sekarang, misalnya banjir dan tanah bergerak ataupun amblas.

 Indramayu Mulai Diguyur Hujan, Polres Indramayu Bentuk Personel Gabungan Antisipasi Bencana

Menurut dia, empat titik di antaranya berada di jalur kereta api antara Stasiun Jatibarang - Stasiun Haurgeulis, Kabupaten Indramayu.

Wilayah tersebut merupakan yang terbanyak titik rawannya dari semua lintasan kereta api di wilayah kerja PT KAI Daop 3 Cirebon.

"Daerah tersebut rawan tanah bergerak dan tanah amblas saat musim hujan," kata Tamsil Nurhamedi.

Titik rawan selanjutnya ialah daerah antara Stasiun Tanjungrasa - Stasiun Cikampek yang dianggap rawan banjir.

Selain itu, ada tiga titik rawan tanah bergerak dan tanah ambles berada di perlintasan kereta api antara Stasiun Songgom - Stasiun Larangan, Kabupaten Brebes.

 Rumor Yevhen Bokhashvili Merapat ke Persib Bandung Terjawab Sudah, Ini Kata Pemain Asal Ukraina Itu

Menurut Tamsil, perlintasan antara Stasiun Sindanglaut - Stasiun Ciledug termasuk kawasan rawan banjir, tanah bergerak, dan tanah ambles.

"Kami sudah siapkan antisipasinya, dari mulai menambah petugas perlintasan ekstra hingga menyiapkan alat material untuk siaga (AMUS)," ujar Tamsil Nurhamedi.

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved