Minggu, 10 Mei 2026
Superhub Kota Cirebon
Selamat Datang Di SuperHub Pemerintah Kota Cirebon

8 Kecamatan di Indramayu Berpotensi Bencana Pergerakan Tanah, Terisi dan Gantar Paling Rawan

isampaikan Caya sampai saat ini bencana pergerakan tanah di kecamatan-kecamatan itu masih terpantau aman.

Tayang:
Penulis: Handhika Rahman | Editor: Machmud Mubarok
TribunCirebon.com/Handhika Rahman
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Indramayu, Edi Kusdiana, Kamis (19/12/2019). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Sebanyak delapan kecamatan di Kabupaten Indramayu terindikasi berpotensi bencana pergerakan tanah.

Berdasarkan data inaRisk BNPB, delapan kecamatan itu meliputi Kecamatan Gantar, Terisi, Widasari, Krangkeng, Karangampel, Juntinyuat, Sliyeg, dan Kecamatan Sindang.

Kasi Rekontruksi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Indramayu, Caya mengatakan, dari delapan kecamatan itu, Kecamatan Terisi dan Kecamatan Gantar merupakan daerah yang paling berpotensi terkena bencana pergerakan tanah.

"Itu karena adanya sesar Baribis, wilayah Terisi dan Gantar itu salah satunya terbawa sesar baribis," ujar Caya kepada Tribuncirebon.com saat ditemui di ruangannya, Kamis (19/12/2019).

Meski demikian, disampaikan Caya sampai saat ini bencana pergerakan tanah di kecamatan-kecamatan itu masih terpantau aman.

Caya menyampaikan, pihaknya akan terus memantau pergerakan tanah melalui alat pendeteksi gempa Early East Warning (EEW) Cares Life yang terpasang di kantor BPBD Kabupaten Indramayu.

Alat tersebut akan mendeteksi pergerakan gempa maupun pergerakan tanah 20 menit sebelum terjadinya bencana.

"Tapi kalau Indeks risiko kerawanan bencana di Kabupaten Indramayu berdasarkan data inaRisk BNPB itu kita sedang-tinggi," ucap dia.

Dendam Ibu Kandungnya Diperkosa, Siswa SMK di Pasuruan Nekat Tusuk Pelaku, Ini Faktanya

5 Peristiwa Hewan Serang Tuannya, Tokek Gigit Bibir Bocah, Hingga Pedangdut Tewas Dipatuk Ular Kobra

Unek-unek Sarwendah Pecah, Bongkar Alasan Mengapa Ruben Onsu Ngotot Angkat Betrand Peto Sebagai Anak

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Indramayu, Edi Kusdiana menambahkan, bencana pergerakan tanah ini dipengaruhi oleh peralihan musim.

Dijelaskan dia, tanah yang tadinya kering akibat musim kemarau menjadi gembur akibat diguyur hujan dengan itensitas tinggi.

Air tersebut masuk ke dalam pori-pori tanah sehingga membuat pergerakan di dalam bumi.

"Baru prediksi saja karena adanya air (hujan) yang masuk ke tanah kering lalu jadi gembur," ucapnya. (*)

Sumber: Tribun Cirebon
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved