Breaking News:

HUJAN Deras Sungai Citarum Meluap, Begitu Terowongan Nanjung Dibuka, Air Pun Langsung Surut

Terowongan ini berfungsi meningkatkan kapasitas aliran Sungai Citarum di kawasan Nanjung yang semula 570 meter kubik per detik, menjadi 669 meter kubi

Istimewa
Proyek pembuatan terowongan Curug Jompong di Nanjung Kabupaten Bandung akan rampung pada akhir 2019 ini. 

Dari 16 proyek itu, yang terbesarnya adalah pembangunan terowongan dua jalur untuk mengalirkan air yang sering melambat di daerah Curug Jompong yang sering kali membuat air itu berbalik kanan ke lokasi banjir karena berkelok-kelok dan banyak batu besar.

"Insyaallah terowongan pengaliran air Citarum ini pada pertengahan Desember sudah akan selesai dan dirapi-rapi sedikit sehingga di awal tahun 2020 itu bisa berfungsi. Mudah-mudahan masyarakat Jawa Barat masyarakat yang terdampak banjir bisa melihat apresiasi terhadap apa yang dilakukan pemerintah ini sudah sangat optimal tapi tidak ada istilah jamin bebas banjir ya, itu istilahnya kualat lah," kata gubernur yang akrab disapa Emil ini.

Dengan hitungannya, katanya, kalau 16 proyek ini lancar, sekitar 700 hektare lahan yang dulu biasanya rutin terbanjiri luapan sungai, bisa bebas banjir. Sisanya, dapat lebih cepat surut banjirnya, tidak sampai memakan waktu berhari-hari.

"Kami informasikan kami sedang membebaskan lahan karena akan berkomitmen membuat Cieunteung-Cieunteung yang baru karena Cieunteung sendiri saja tidak cukup. Kami sudah membebaskan 4,5 hektare lahan untuk persiapan kolam retensi di Andir. Kemudian Pak Bupati siapkan 10 hektare di daerah hulunya," katanya.

Normalisasi Sungai Citarum, katanya, akan terus dilakukan sampai tahun 2024 sesuai dengan Perpres tentang Penanggulangan Citarum, baik kejernihannya maupun pengendalian banjirnya.

"Tadi sudah dirapatkan dengan warga kalau ada penggalian sedimen yang sudah dilakukan itu dioptimalkan dan kita akan maksimalkan tempat pembuangannya supaya tidak digali kemudian ditaruh di pinggir sungai Citarum dan akhirnya kembali lagi ke sungai," katanya.

Emil menitipkan mayoritas problemnya adalah masih banyak warga sepanjang sungai dari Cisanti di Kabupaten Bandung sampai Muara Gembong di Bekasi ini yang buang sampah langsung ke sungai.

"Masalahnya kalau buang sampah satu mungkin masih bisa terkendali, tapi kalau juta-juta orang yang hadir di sepanjang Citarum ini buang sampah, itu yang membuat jadi masalah. Jadi saya imbau sambil kami pemerintah dalam hal ini pemerintah pusat, BBWS, dengan pemerintah provinsi dan daerah, warga juga turut membantu dengan mengubah perilakunya yang membuat sungai penuh sampah menjadi berkurang," katanya. (Sam)

Editor: Machmud Mubarok
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved