Ular Berbisa Tak Bisa Dibedakan dari Ciri Fisik, Panji Petualang Jelaskan Hal yang Sebenarnya

Panji menjelaskan mulai dari bagaimana cara menangani ular dengan benar, sampai cara membedakan ular mana yang berbisa dan tidak.

Editor: Fauzie Pradita Abbas
instagram/panjipetualang_real
Ular king kobra di Kapuas yang disebut tidak berpindah tempat selama 4 tahun (kiri) dan Panji Sang Petualang (kanan) 

TRIBUNCIREBON.COM - Teror ular kobra yang meresahkan warga di beberapa daerah membuat Panji Petualang angkat bicara.

//

Panji menjelaskan mulai dari bagaimana cara menangani ular dengan benar, sampai cara membedakan ular mana yang berbisa dan tidak.

Selama ini, ada yang menyebut, ular berbisa atau tidak, bisa dibedakan warnanya yang mencolok atau dari bentuk kepalanya, oval atau segitiga.

Ternyata, ular tak bisa dibedakan berbisa atau tidak hanya dari ciri fisik saja.

Panji lalu membuktikan, ia menunjukkan fisik anak ular kobra atau ular yang berbisa.

"Ini ular kobra kepalanya tidak segitiga, justru oval atau seperti lonjong telur. Lalu kemudian, warna ular berbisa katanya selalu cerah mencolok. Ini kobra warnanya gelap, kelabu, dan tidak mencolok. Ini berbisa," kata Panji, dikutip TribunJabar.id dari kanal YouTube tvOneNews, Selasa (17/12/2019).

Kemudian, Panji menunjukkan Ratsnake atau ular tikus berwarna putih.

Menurut Panji, ular tersebut tidak berbisa, tapi justru warnanya cerah.

 Deretan Teror Ular Kobra di Jawa Barat, dari Ciamis, Tasik, hingga Bogor, Puluhan Ular Ditemukan

Kemudian, kepala ular tersebut juga berbentuk segitiga.

"Ini (ular tikus) justru enggak berbisa. Tidak bisa jadi patokan, ular berbisa atau tidak berbisa itu dari ciri fisik. Apalagi hanya dari perbedaan warna dan bentuk kepala," ujar Panji Petualang.

Menurutnya, cara satu-satunya untuk mengetahui ular tersebut memiliki bisa atau tidak, adalah dengan cara melihat taringnya.

Namun, cara tersebut hanya dilakukan oleh profesional alias tak boleh ditiru.

Ular tikus Enggano (Coelognathus enganensis).
Ular tikus Enggano (Coelognathus enganensis). (LIPI)

Panji mengatakan, ular berbisa biasanya punya taring bisa di bagian depan.

Taring tersebut terlihat lebih panjang dari gigi lainnya.

"Kalau ada dua taring, dia punya bisa mematikan. Kalau tidak ada taring, berarti tidak berbisa. Tetap bisa melukai, tapi hanya luka kecil saja dan tidak berbahaya," ujarnya.

Bahayanya Kobra

Lebih lanjut Panji Petualang menjelaskan, ular kobra berbahaya karena memiliki bisa di dalam mulutnya.

Tak hanya itu, kobra juga bisa menyemburkan bisanya.

 Ular Kobra Juga Terlihat di Ciamis, Ada di Dekat Kompleks Perkantoran Kertasari

Jika terkena kulit yang terluka, bisa tersebut efeknya sama dengan digigit langsung.

Kemudian, jika terkena mata, bisa itu bisa membuat kebutaan.

Panji mengatakan, ular kobra juga tak memiliki sarang.

Mereka biasanya menempati lubang bekas tikus.

"Jadi, tikusnya dimakan, sarangnya ditempati untuk menyimpan telurnya," ujarnya.

Di akhir 2019, masyarakat digegerkan dengan banyaknya ular kobra yang berkeliaran di wilayah permukiman. Di beberapa tempat Jawa Barat pun sama, teror ular kobra menghantui masyarakat.
Di akhir 2019, masyarakat digegerkan dengan banyaknya ular kobra yang berkeliaran di wilayah permukiman. Di beberapa tempat Jawa Barat pun sama, teror ular kobra menghantui masyarakat. (Pixabay dan istimewa)

Setelah disimpan telurnya, induknya ternyata bakal langsung meninggalkan telurnya.

Tujuh puluh lima hari setelahnya, telur tersebut langsung menetas.

Anak-anak kobra pun akan langsung mandiri, mencari makan sendiri.

"(Jadi), kalau dicari induknya di mana, itu mustahil bisa ketemu, karena bisa jadi induknya sudah pergi jauh sejak 2,5 bulan lalu," ujar Panji.

Cara Menangani

Panji Petualang lalu memberikan tips bagaimana cara menangani ular berbisa.

Pertama, kata dia, saat menemukan ular, di manapun berada, selalu curigai ular tersebut berbisa.

Apalagi kalau kita tidak memiliki pengetahuan mumpuni soal spesies ular.

 Mengapa Banyak Terjadi Kemunculan Ular Kobra di Jawa Barat? Ternyata Ini Sebabnya

Kemudian, kita wajib juga memiliki safety tools.

"Jangan asal tangkap pakai tangan, apalagi kalau belum tahu spesiesnya," ujar Panji.

Ia mengatakan, kita bisa menggunakan kayu cagak, sandal, atau sapu sebagai safety tools.

Kepala ular harus ditekan menggunakan alat tersebut.

Setelah kepalanya ditekan, ular tersebut tak akan bisa bergerak.

Warga Perumahan Royal Citayam Residen, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor dibuat geger dengan ditemukannya puluhan anak ular kobra.
Warga Perumahan Royal Citayam Residen, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor dibuat geger dengan ditemukannya puluhan anak ular kobra. (TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy)

"Kelemahan ular ada di kepalanya kalau kepalanya udah diteken, dia tidak akan bisa ke mana-mana. Tapi jangan menggunakan tangan, (setelah itu) pegang lehernya," kata Panji.

Setelah leher ular berhasil ditangkap, jangan pernah menghadapkan kepala ular ke mata.

Arahkan kepala ular ke bawah, agar kesulitan untuk menyembur.

Kemudian, cepat-cepat masukkan ular tersebut ke dalam karung.

"Kalau tidak berani dengan ular, hal yang harus dilakukan adalah membunuh mereka. (Membunuh) sudah pilihan terakhir, kalau misalnya tidak ada tim rescue dan ularnya masuk ke rumah kita," ujar Panji Petualang.

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved