Seluruh Rekening Bank Keluarga Eks Bupati Cirebon Diblokir, Sunjaya: Untung Mertua Saya Konglomerat

Mantan bupati Cirebon tersebut juga menyayangkan terkait tindakan KPK yang menyita uang yang awalnya disiapkan oleh Sunjaya untuk sedekah

Seluruh Rekening Bank Keluarga Eks Bupati Cirebon Diblokir, Sunjaya: Untung Mertua Saya Konglomerat
Tribun Jabar/Daniel Andreand Damanik
Mantan bupati Cirebon Sunjaya Purwadisastra saat ditemui sejumlah awak media di Pengadilan Tipikor Bandung, Jl RE Martadinata, Senin (16/12/2019). 

Laporan Wartawan Tribun, Daniel Andreand Damanik

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Mantan Bupati Cirebon Sunjaya Purwadisastra merasa dizalimi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena haknya banyak yang dirampas dan sudah mengirimkan surat permohonan kepada Presiden RI Joko Widodo.

"Ini melanggar HAM, hak saya sebagai purnawirawan Kolonel, sudah dirampas. Rekening gaji pensiun saya diblokir, rekening anak, mantu, dan istri juga diblokir, anak saya harus makan dan sekolah, ini penzaliman. Harusnya ada rekening yang diberikan, minimal gaji saya sebagai purnawirawan. Kalau saya tidak punya mertua kaya, anak dan istri saya enggak bisa makan sampai sekarang," kata Sunjaya di Pengadilan Tipikor Bandung, Senin (16/12/2019).

Sunjaya mengatakan bahwa dirinya bersyukur memiliki mertua yang konglomerat dan memiliki uang puluhan miliar, bahkan sebelum dirinya menjadi seorang bupati .

Mantan bupati Cirebon tersebut juga menyayangkan terkait tindakan KPK yang menyita uang yang awalnya disiapkan oleh Sunjaya untuk sedekah pada acara pengajian di Pendopo rumah.

"Hal yang lebih tragis lagi, hari minggu itu, saya berencana mengumpulkan anak yatim dan jompo pada acara pengajian rutin, uang pecahan Rp 5 ribu, Rp 10 ribu, dan Rp 20 ribu sudah saya siapkan, diambil juga, kan itu tidak ada kaitannya, itu murni uang saya dari hasil menjual tanah di Bogor," katanya.

Dua Polisi Ganteng & Tajir Tewas Secara Tragis, Tabrak Pohon Hingga Tersambar Kereta Api di Jombang

Tali Tiba-tiba Putus, Polisi Berpangkat AKBP Tewas Saat Turun dari Gunung Parang, di Depan Sang Anak

Sunjaya juga mengajukan upaya Peninjauan Kembali (PK) atas kasus yang dijalaninya sebagai bentuk pembuktian kepada masyarakat Cirebon, bahwa dirinya tidak bersalah.

"Saya katakan bahwa Sunjaya tidak bersalah, supaya masyarakat Cirebon tidak ada konotasi bahwa saya koruptor. Mana uang yang saya korupsi? adakah kerugian negara? adakah saya korupsi APBD ? ,"katanya.

Sunjaya menegaskan bahwa ada indikasi bahwa dirinya dijadikan target operasi. Ia menyebutkan bahwa KPK hanya titipan lawan politiknya karena Sunjaya menang di Pilkada Cirebon.

Purnawirawan TNI tersebut juga mengaku bahwa dirinya sebagai manusia tentunya punya kesalahan. Harapannya, jika berbicara tentang hukum, maka sebaiknya harus berdasarkan fakta hukum, jangan mencari kesalahan orang yang tidak salah.

Halaman
1234
Editor: Machmud Mubarok
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved