Pengacara Bupati Indramayu Sebut Supendi Tak Terkait dengan 2 Tersangka Suap Proyek Dinas PUPR

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memutuskan memperpanjang masa penahanan Bupati Indramayu Supendi selama 30 hari ke depan.

Tribunnews.com
Bupati Indramayu non aktif, Supendi menggunakan rompi oranye usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Rabu (16/10/2019) dini hari. 

TRIBUNCIREBON.COM, JAKARTA - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memutuskan memperpanjang masa penahanan Bupati Indramayu Supendi selama 30 hari ke depan. 

Kuasa Hukum Supendi, Agus Widjajanto di Jakarta, Sabtu (14/12/2019) menyatakan kasus yang menimpa kliennya merupakan pengembangan kasus dari kasus Karsa, Wempy Priyono dan Omarsyah.  

UPDATE Kasus OTT Bupati Non Aktif Indramayu Supendi, KPK Periksa 2 Orang Termasuk Anggota DPRD Jabar

Menurut Agus, dalam pemeriksaan di penyidik KPK, Supendi tidak ada hubungan dan kaitan baik langsung maupun tidak langsung dengan Wempy Priyono dan Omarsyah yang menerima uang dari Karsa.

Agus menjelaskan, saat menjadi Bupati Indramayu, Supendi  juga menjabat sebagai ketua DPC Partai Golkar Kabupaten Indramayu.

Sementara Karsa merupakan kontraktor dan tim sukses pemenangan Pilkada Partai Golkar di Kabupaten Indramayu. 

TOK TOK TOK, DPD Golkar Indramayu Resmi Pecat Bupati Indramayu Supendi Gara-gara Korupsi

Agus menambahkan, seperti diakui oleh kliennya, Supendi memang meminta bantuan untuk THR anggota tim pemenangan Golkar, termasuk  pembayaran honor untuk biaya pagelaran wayang kulit memperingati syukuran Partai Golkar di Kabupaten Indramayu.

Bupati Indramayu, Supendi menggunakan rompi oranye dan tangan diborgol usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Rabu (16/10/2019) dini hari. KPK resmi menahan empat orang tersangka yakni Bupati Indramayu Supendi, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Indramayu Omarsyah, Kepala Bdang Jalan Dinas PUPR Wempy Triyono, dan pihak swasta Carsa AS sebagai penyuap dengan barang bukti sebesar Rp 685 juta, perhiasan, serta sepeda terkait transaksi proyek di Dinas Pekerjaan Umum. Tribunnews/Irwan Rismawan
Bupati Indramayu, Supendi menggunakan rompi oranye usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Rabu (16/10/2019) dini hari. 

"Tapi itu sifatnya untuk kepentingan umum, bukan untuk pribadi itu pun tidak sekaligus pembayarannya. Tapi bertahap sedikit sedikit sesuai kebutuhan," ungkap Agus.

Agus menjelaskan, selama proses penyidikan kliennya cukup kooperatif dan menyadari telah salah terkait gratifikasi yang seharusnya tidak dia lakukan. 

Tak Ingin Terulang Kembali, Bawaslu Jabar Peringatkan Kasus Bupati Indramayu Supendi Jadi Pelajaran

"Pemberian bantuan dari Karsa selaku tim sukses pemenangan Partai Golkar tidak ada kaitan dengan proyek prasara jalan kabupaten tahun 2015, maupun proyek yang berkaitan saat Supendi menjabat. Tapi murni pemberian pribadi selaku kader Partai Golkar," ujar Agus.

Sebelumnya, Bupati Indramayu nonaktif Supendi kembali menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jumat, 13 Desember 2019 sebagai tersangka dalam tindak pidana korupsi dugaan penerimaan hadiah atau janji oleh penyelenggara negara.

Halaman
12
Editor: Mutiara Suci Erlanti
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved