Divonis 5 Tahun Penjara, Mantan Bupati Cirebon Sunjaya Ajukan PK dan Merasa Dizalimi KPK

Sunjaya mengatakan bahwa dirinya ditangkap hanya karena ucapan ajudan yang mengatakan bahwa uang tersebut perintah Bupati.

Tribun Jabar/Daniel Andreand Damanik
Mantan bupati Cirebon Sunjaya Purwadisastra saat ditemui sejumlah awak media di Pengadilan Tipikor Bandung, Jl RE Martadinata, Senin (16/12/2019). 

Laporan Wartawan Tribun, Daniel Andreand Damanik

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Mantan Bupati Cirebon Sunjaya Purwadisastra mengajukan Peninjauan Kembali (PK) Pengadilan Tipikor Bandung, JL RE Martadinata, Bandung, Senin (16/12/2019).

"Alasan saya mengajukan PK karena saya merasa terzalimi. Saat tangkap tangan, saya tidak ditangkap, yang ditangkap itu ajudan, tapi KPK mem "blowup" bahwa Bupati Cirebon kena OTT. Maka, saat saya ditangkap, saya tidak ditemukan barang bukti apapun, sehingga saya menolak untuk ditangkap. Saat penangkapan pun tidak ada surat perintah, saya langsung diambil (ditangkap)," kata Sunjaya di Pengadilan Tipikor Bandung, Senin (16/12/2019).

Sunjaya mengatakan bahwa dirinya ditangkap hanya karena ucapan ajudan yang mengatakan bahwa uang tersebut perintah Bupati.

Jumlah uang yang ditangkap dari ajudan, dikatakan Sunjaya senilai Rp 116 juta. Setelah tiba di kantor KPK, Sunjaya mengaku baru mengetahui jumlah uang tersebut dan melihat uang tersebut.

Bukti baru yang dibawa oleh Sunjaya dan tim Pengacaranya ialah, bahwa ajudannya tersebut yang bernama Deni Syafrudin kerap kali mengatasnamakan Bupati untuk suatu hal tapi tanpa sepengetahuan Bupati.

Hal tersebut berdasarkan keterangan beberapa saksi yang mengatakan bahwa ajudan sering mengatasnamakan Bupati. Sidang lanjutan akan digelar pada 30 Desember 2019.

Mobil Mercy Tabrak Truk Brimob yang Pecah Ban di Tol Jagorawi, Sopir Mercy Tewas Seketika

Vanessa Angel Dikabarkan Telah Menikah, Identitas Suaminya yang Bukan Seleb Dirahasiakan

Detik-detik Youtuber Menangis Setelah Dipukul Driver Ojek Online Karena Prank Order Fiktif

"Yang ditangkap ajudan, uang ada di ajudan, tapi sampai sekarang ajudan tidak ditangkap. Apakah KPK tidak berani menjadikan ajudan sebagai tersangka? Harusnya siapa yang ditangkap tangan, harus jadi tersangka, lalu dilakukan pengembangan, Bupati tidak ada BB tapi jadi tersangka. Ini bukan lagi bicara hukum, tapi sudah Politik, kejam sekali KPK," kata Sunjaya.

 Sebelumnya, Bupati nonaktif Sunjaya Purwadisastra divonis majelis hakim pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Cirebon, dengan hukuman 5 tahun penjara. 

Ia  tampak menangis saat mendengarkan amar putusan yang disampaikan hakim pengadilan tipikor pada Pengadilan Negeri Cirebon, Rabu (22/5/2019).

Halaman
123
Editor: Machmud Mubarok
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved