Kasat Reskrim Polres Indramayu, Suseno Adi Wibowo Diperiksa KPK, Terkait Kasus Pengaturan Proyek

Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bakal memeriksa Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Indramayu, Suseno Adi Wibowo.

Kasat Reskrim Polres Indramayu, Suseno Adi Wibowo Diperiksa KPK, Terkait Kasus Pengaturan Proyek
KOMPAS.com/DYLAN APRIALDO RACHMAN
Bupati Indramayu nonaktif Supendi meminta maaf ke masyarakat Indramayu karena dirinya sudah terjerat dalam kasus dugaan suap terkait 7 proyek jalan di Dinas PUPR Indramayu. Hal itu ia ungkapkan setelah ia diperiksa dan kemudian ditahan oleh penyidik KPK, Rabu (16/10/2019) dini hari. Supendi ditahan di Rutan Cabang KPK yang terletak di kawasan Gedung Pusat Edukasi Antikorupsi KPK. 

TRIBUNCIREBON.COM, JAKARTA - Tim penyidik komisi pemberantasan korupsi (KPK) bakal memeriksa Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Indramayu, Suseno Adi Wibowo.

Pemeriksaan Kasat Reskrim Polres Indramayu tersebut terkait kasus suap pengaturan proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Indramayu tahun 2019.

Dilansir dari Tribunnews.com, Suseno Adi Wibowo diperiksa sebagai saksi untuk melengkapi berkas penyidikan tersangka Bupati Indramayu nonaktif, Supendi.

Adapun Supendi sendiri ditangkap KPK dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT).

"Kami periksa Suseno Adi dalam kapasitas saksi untuk tersangka SP (Supendi)," ujar Febri Diansyah, Juru Bicara KPK, Senin (10/12/2019).

Tak hanya Kasat Reskrim Polres Indramayu, penyidik KPK pun melakukan pemeriksaan terhadap Abdillah, Asisten Intelijen Kejaksaan Tinggi Kalimantan Tengah.

Abdillah pun diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Supendi.

Sebelumnya, KPK telah menetapkan Bupati Indramayu, Supendi, sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait pengaturan proyek di lingkungan kekuasaannya.

Tak hanya Supendi, KPK pun menetapkan tiga tersangka lainnya, yakni Kadis PUPR Kabupaten Indramayu Omarsyah, Kabid Jalan di Dinas PUPR Indramayu Wempy Triyono, serta pihak swasta Carsa AS.

Supendi diduga sering meminta sejumlah uang kepada Carsa selaku rekan penggarap proyek.

Supendi bahkan diduga sudah mulai meminta uang kepada Carsa sejak Mei 2019 sejumlah Rp 100 juta.

Wempy Triyono dan Omarsyah pun beberapa kali menerima uang dari Carsa.

Editor: Fauzie Pradita Abbas
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved