PESAN Imron Rosyadi, Minta Warga yang Terjangkit AIDS di Cirebon Tidak Diasingkan
Imron mengatakan, ODHA harus dirangkul oleh masyarakat dan jangan dihakimi, sehingga pengidap tersebut merasa diperlakukan diskriminatif.
Penulis: Hakim Baihaqi | Editor: Fauzie Pradita Abbas
Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Hakim Baihaqi
TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON - Bupati Cirebon, Imron Rosyadi, mengimbau, kepada seluruh masyarakat di Kabupaten Cirebon untuk tidak menjauhi orang dalam HIV/AIDS (ODHA) yang berada di lingkungan masyarakat.
Imron mengatakan, ODHA harus dirangkul oleh masyarakat dan jangan dihakimi, sehingga pengidap tersebut merasa diperlakukan diskriminatif.
"Jangan sampai mereka disisihkan, mereka pun punya hak untuk hidup dan mendapat perlakuan sama," kata Imron saat ditemui di Kantor Bupati Cirebon, Jalan Sunan Kalijaga, Kecamatan Sumber, Senin (9/12/2019).
Imron mengatakan, pada beberapa kasus, ODHA yang mendapatkam perilaku diskriminatif, kerap memiliki rasa dendam, dengan cara menularkan penyakitnya tersebut kepada orang lain.
Sebaliknya, kata Imron, bila diperlakukan sama dengan lainnya, para ODHA ini akan terhibur dan memiliki semangat untuk mencapai kesembuhan.
"Penyakitnya yang harus dijauhi, bukan orangnya," katanya.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cirebon, mencatat, sebanyak 1.993 warga dinyatakan positif mengidap acquired immune deficiency syndrome (AIDS), tersebar di 40 kecamatan.
Kepala Dinkes Kabupaten Cirebon, Enny Suhaeni, mengatakan, jumlah tersebut berhasil dihimpun hingga Desember 2019 dan meningkat dibandingkan tahun lalu.
"Jumlahnya meningkat lebih dari 100 orang, tahun lalu 1.812 orang. Menimpa usia-usia produktif," kata Enny saat ditemu pada peringatan Hari AIDS Sedunia di Kantor Bupati Cirebon, Jalan Sunan Bonang, Kecamatan Sumber, Senin (9/12/2019).
Enny mengatakan, penyebab jumlah pengidap AIDS di Kabupaten Cirebon terus mengalami peningkatan, karena kurangnya pengetahuan tentang bahayanya penyakit tersebut.
Sedangkan faktor lainnya, kata Enny, kuatnya pengaruh lingkungan, sehingga tetap melakukan hubungan atau aktivitas yang menyebabkan munculnya penyakit tersebut.
"70 persen dari total tersebut di antaranya menimpa laki-laki yang berhubungan sesama jenis dan sisanya perempuan," katanya.
Upaya menekan angka tersebut, kata Enny, pihaknya bekerjasama dengan sejumlah komunitas yang ada di Kabupaten Cirebon untuk mengedukasi tentang penyakit AIDS.
Enny mengatakan, sosialisasi pun tidak hanya dilakukan dengan cara mengunjungi tempat-tempat komunitas tersebut, melainkan ke sejumlah tempat hiburan malam.
Di Kabupaten Cirebon, pemerintah daerah telah menyediakan layanan kesehatan untuk pengidap AIDS sebanyak 49 tempat, yakni di puskesmas, rumah sakit, dan lembaga pemasyarakatan.
"2020, semua puskesmas didorong untuk bisa memberikan pelayanan bagi penderita AIDS," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/cirebon/foto/bank/originals/imron2098.jpg)