JERIT Tangis Balita Saat Perut & Lehernya Diinjak Sang Ibu Hingga Meronta-ronta Kesakitan

Video yang merekam detik-detik seorang balita menjerit dan menangis karena sengaja diinjak ibunya viral

Istimewa
Ilustrasi JERIT Tangis Balita Saat Perut & Lehernya Diinjak Sang Ibu Hingga Meronta-ronta Kesakitan 

Ada pula yang menyalahkan perekam, yang harusnya membantu sang balita, bukan asyik merekam.

"Gak brani nonton...gak tega lihatnya..kok ada orang tua spt itu..."

"Whech... yg ngerekam jg harus diproses jg tuch."

"Astaghfirullah hancur hati sy ngelihatnya, semoga sgera mndapat pertolongan .. ini siapa yg videoin, sejak kpn anak ini di siksa . Ya Allah belilah ia pertolongan."

"Astaghfirulloh...semoga anak tsb diselamatkan Alloh, dijaga Alloh, dan selalu dilindungi Alloh....Anak karunia Alloh....ga mgkin Alloh bakalan diem....Azab utk orgtuanya sangat nyata...".

Kasus penyiksaan orangtua terhadap anaknya ini bukan pertama kalinya terjadi

Di kasus sebelumnya, Muhammad Ibrahim Ramadan alias Akil usia 2 tahun 3 bulan tewas diduga dianiaya ayah tirinya.

34 Tahun Lalu, Sintong Panjaitan Pernah Sumpahi Prabowo Jadi Menteri Pertahanan, Kini Jadi Kenyataan

Jenazahnya ditemukan setelah warga mencium bau tidak sedap dari perkebunan karet Dusun I Desa Panco Warno Kecamatan Salapian Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.

Melansir dari Kompas.com dalam artikel 'Mengenaskan, Bocah 2 Tahun Disiksa Ayah Tiri hingga Tewas, Ibu Korban Diduga Terlibat', temuan mayat itu dibenarkan Camat Salapian Sinar Sembiring, di Salapian, Kamis (5/9/2019).

Menurut informasi yang dihimpun peristiwa tewasnya korban Muhammad Ibrahim Ramadhan alias Akil ini diduga karena penganiayaan berat yang dilakukan pelaku yang merupakan ayah tiri korban antara 19-25 Agustus 2019.

Camat Salapian Sinar Sembiring ikut menyaksikan penemuan mayat anak tiri yang dianiaya ayah tirinya hingga meninggal dunia.
Camat Salapian Sinar Sembiring ikut menyaksikan penemuan mayat anak tiri yang dianiaya ayah tirinya hingga meninggal dunia. (Antara Sumut/Istimewa)

Dimana pelaku yang melakukan penganiayaan ini Riki Ramadhan Sitepu, (30) warga Desa Sei Tembuh Kelurahan Pekan Kuala Kabupaten Langkat.

Dari keterangan yang didapat pada Senin (19/8) hingga Minggu (25/8) 2019, pelaku melakukan kekerasan kepada korban dengan cara memukul di bagian bahu, kaki, tangan, pantat korban.

Pelaku juga menyundut rokok di bagian tangan, kuping, bahu serta memasukan korban ke dalam goni serta digantung di luar gubuk.

Akibat penganiayaan yang dilakukan terhadap korban Muhammad Ibrahim Ramadan Als Akil meninggal dunia lalu dikuburkan oleh pelaku Riki Ramadan beserta istrinya di bawah lereng bukit..

Warga sekitar rupanya melihat keganjilan karena sudah lima hari ini anak tersebut tidak terlihat bermain.

Halaman
1234
Sumber: Surya
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved