Hari Antikorupsi Sedunia

Hari Antikorupsi Sedunia, Ribuan Massa Gelar Aksi Long March Minta Penuntasan Korupsi di Indramayu

Ratusan massa yang mengatasnamakan Pergerakan Masyarakat Anti Korupsi (Permak) itu menyampaikan aspirasinya dengan melakukan long march.

Hari Antikorupsi Sedunia, Ribuan Massa Gelar Aksi Long March Minta Penuntasan Korupsi di Indramayu
Tribun Cirebon/ Handhika Rahman
Ratusan massa yang tergabung dalam Pergerakan Masyarakat Anti Korupsi (Permak) melakukan aksi unjuk rasa di Depan Mapolres Indramayu, Senin (9/12/2019). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Gejolak unjuk rasa meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memberantas tuntas praktek pidana korupsi juga terjadi di Kabupaten Indramayu, Senin (9/12/2019).

Ratusan massa yang mengatasnamakan Pergerakan Masyarakat Anti Korupsi (Permak) itu menyampaikan aspirasinya dengan melakukan long march.

Dengan mengenakan pakaian serba hitam, mereka berjalan kaki sembari berorasi menyatakan perlawanan terhadap korupsi di sejumlah tempat, yakni di Tugu Perjuangan Indramayu, Mapolres Indramayu, Kantor Kejaksaan Kabupaten Indramayu, dan Kantor DPRD Kabupaten Indramayu.

Koordinator aksi, Hatta mengatakan, dalam memperingati Hari Antikorupsi Sedunia yang berlangsung pada hari ini, pihaknya meminta agar kasus korupsi di Indramayu diberantas hingga ke akar-akarnya.

"Lawan korupsi! Lawan korupsi! Lawan korupsi," ujar dia dalam orasinya.

Dalam aksi itu dirinya menyampaikan turut membawa suara seluruh masyarakat Kabupaten Indramayu yang mempertanyakan kekayaan sumber daya alam Indramayu yang melimpah namun tidak dibarengi dengan kesejahteraan masyarakat.

Ia menyoroti, Kabupaten Indramayu adalah salah satu daerah penghasil minyak.

Ratusan massa yang tergabung dalam Pergerakan Masyarakat Anti Korupsi (Permak) melakukan aksi unjuk rasa di Depan Mapolres Indramayu, Senin (9/12/2019).
Ratusan massa yang tergabung dalam Pergerakan Masyarakat Anti Korupsi (Permak) melakukan aksi unjuk rasa di Depan Mapolres Indramayu, Senin (9/12/2019). (Tribun Cirebon/ Handhika Rahman)

Pertanian di Indramayu juga menjadi lumbung padi nasional, bahkan hasil laut Indramayu yang melimpah namun sama sekali tidak memberi dampak apapun terhadap kesejahteraan masyarakat.

Oleh karena itu, pihaknya mendesak KPK agar berani mengambil tindakan tegas dengan menangkap seluruh pelaku korupsi yang ada di Kabupaten Indramayu.

Disampaikan dia, ditangkapnya Bupati Non Aktif Indramayu, Supendi bersama para pejabat Dinas PUPR adalah bukti bahwa ada praktek korupsi masih merajalela di Kabupaten Indramayu.

BREAKING NEWS Sudah 16 Tahun Tak Pernah Direnovasi Ruang Kelas MTS Negeri 7 Majalengka Ambruk

Begini Kondisi Ruangan Kelas Laboratorium MTS Negeri 7 Majalengka Pascaambruk

Hatta mengatakan, tidak menutup kemungkinan masih ada oknum praktek korupsi lainnya yang masih bebas berkeliaran.

"Kita buktikan bahwa OTT kemarin itu merupakan pintu masuk untuk membuka praktek korup yang terjadi secara sistemik di Indramayu, kita lawan korupsi, lawan" ucapnya.

Penulis: Handhika Rahman
Editor: Mumu Mujahidin
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved