Bupati Cirebon Prihatin Banyak Warganya Mengidap AIDS: Cari Tahu Masalahnya, Temukan Solusinya!

Bupati Cirebon, Imron Rosyadi, meminta kepada Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cirebon. . .

Bupati Cirebon Prihatin Banyak Warganya Mengidap AIDS: Cari Tahu Masalahnya, Temukan Solusinya!
Tribuncirebon.com/Hakim Baihaqi
Bupati Cirebon, Imron Rosyadi, meminta kepada Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cirebon, untuk menekan jumlah angka pengidapa acquired immune deficiency syndrome (AIDS) yang tersebar di 40 kecamatan. 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Hakim Baihaqi

TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON - Bupati Cirebon, Imron Rosyadi, meminta kepada Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cirebon, untuk menekan jumlah angka pengidapa acquired immune deficiency syndrome (AIDS) yang tersebar di 40 kecamatan.

Imron mengatakan, jumlah pengidap AIDS di Kabupaten Cirebon setiap tahunnya bertambah, hal tersebut karena minimnyan pengetahuan masyarakat tentang bahaya penyakit menular itu.

"Sangat prihatin, kami minta dinas terkait untuk menekan. Cari tahu masalahnya, apakah pembinaannya kurang atau bagaimana, temukan solusinya," kata Imron di Kantor Bupati Cirebon, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Senin (9/12/2019).

Wilayah Cirebon, kata Imron, merupakan daerah perlintasan yang menghubungkan dua provinsi, sehingga banyak tempat-tempat dijadikan sebagai sarana prostitusi terselubung.

"Mungkin itu penyebabnya, karena sebagian besar pengidap positif setelah melakukan hubungan seksual," kata Imron.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cirebon, mencatat, sebanyak 1.993 warga dinyatakan positif mengidap acquired immune deficiency syndrome (AIDS), tersebar di 40 kecamatan.

Kepala Dinkes Kabupaten Cirebon, Enny Suhaeni, mengatakan, jumlah tersebut berhasil dihimpun hingga Desember 2019 dan meningkat dibandingkan tahun lalu.

"Jumlahnya meningkat lebih dari 100 orang, tahun lalu 1.812 orang. Menimpa usia-usia produktif," kata Enny.

Enny mengatakan, penyebab jumlah pengidap AIDS di Kabupaten Cirebon terus mengalami peningkatan, karena kurangnya pengetahuan tentang bahayanya penyakit tersebut.

Sedangkan faktor lainnya, kata Enny, kuatnya pengaruh lingkungan, sehingga tetap melakukan hubungan atau aktivitas yang menyebabkan munculnya penyakit tersebut.

"70 persen dari total tersebut di antaranya menimpa laki-laki yang berhubungan sesama jenis dan sisanya perempuan," katanya.

Penulis: Hakim Baihaqi
Editor: Fauzie Pradita Abbas
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved