Breaking News:

Nasabah Bank BRI Ini Kaget Saldo Tabungannya Mendadak Ludes, Berawal Dari Terima SMS Banking

Dino menyebutkan kejadian bermula pada pagi hari sekitar pukul 10.30 WIB tiba-tiba masuk pesan singkat dari Bank BRI.

Editor: Mutiara Suci Erlanti
KOMPAS.COM/ HADI MAULANA
ILUSTRASI: Sejumlah nasabah BRI Cabang Nagoya, Batam, Kepulauan Riau terlihat antri untuk melakukan pergantian Kartu ATM yang sudah diblokir pihak Bank BRI (Foto tak terkait berita) 

Ia kaget bukan kepalang, karena mendapat SMS penarikan tunai tersebut, pasalnya ATM dan buku tabungan disimpannya.

"Tekejut saye, ade SMS Banking masuk, padahal saye tak ade narek dan ATM saye dalam dompet dan buku tabungan di rumah," ucap Dino yang merupakan mahasiswa asal Kabupaten Sambas ini saat diwawancarai Tribun Pontianak, Rabu (4/12/2019).

Runut Dino, menceritakan kejadian yang membuat saldo tabungannya ludes.

Ia menyebutkan kejadian bermula pada pagi hari sekitar pukul 10.30 WIB tiba-tiba masuk pesan singkat dari Bank BRI.

Pesan singkat tersebut menjelaskan jika telah terjadi penarikan tunai sebanyak dua kali.

"Penarikan masing-masing satu juta rupiah, berdasarkan SMS Banking yang masuk dan dalam selang waktu hanya dalam hitungan detik," tambahnya.

Ia menyebutkan total kerugian sebanyak dua juta rupiah.

Daniel Muttaqien, Anak Kandung Yance dan Anna Sophanah Incar Kursi Bupati Indramayu, Daftar ke PKB

Ia mengaku beruntung karena saldo tabungannya hanya Rp2.070.000, apabila tabungannya lebih banyak maka semuanya akan habis.

"Kartu ATM nye ade same saye, saye pun tak pernah pinjamkan dengan orang dan PIN nye hanye saye yang tau," ujarnya.

Dino, mengaku terakhir menggunkan Kartu ATM, Minggu (1/12) malam, di ATM BRI Syariah, Jalan Gusti Hamzah.

Melihat kejadian yang janggal dan menghabiskan isi saldo tabungannya, Dino bergegas melaporkan pada pihak BRI.

"Saye langsung melaporkan kejadian ke BRI Kantor Cabang Pontianak, Jalan Barito," tambahnya.

Saat melaporkan kejadian tersebut, Dino menjelaskan berdasarkan penjelasan dari Costumer Servis BRI, bahwa uang tersebut bisa kembali.

Namun ia diminta untuk menunggu dalam selang waktu 14 hingga 20 hari kerja untuk memproses laporan tersebut.

"Dari penjelasan yang di sampaikan CS nye tadi, bukan saye sendiri korbannye. Tapi ade beberapa yang lainnye," ujar Dino lesu karena kehilangan isi tabungan.

Setelah melaporkan kejadian, Dino dipesankan CS BRI bahwa tidak melakukan transaksi di ATM yang tidak dijaga oleh Satpam.

"Masa CSnye,nyarankan saye agar tidak melakukan transaksi di ATM yang tidak di jaga satpam," tambahnya.

Dino, mengharapkan uangnya segera kembali karena uang tersebut untuk keperluan sehari-hari.

Setelah melaporkan kejadian tersebut, Dino diberikan selembar surat oleh CS BRI di Jalan Barito.

Jelas dalam surat yang diberikan tersebut bertuliskan, "YBS mengalami skimming karena tidak melakukan penarikan, namun uang dari rekening YBS, terdebet sebesar Rp2.000.000"

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved