Breaking News:

Kisah Pilu Cartem

BREAKING NEWS Cartem, Nenek Yang Lumpuh di Indramayu Tinggal Sendirian di Gubuk Mirip Kandang Ayam

Kisah Nenek Cartem (60), Desa Kiajaran Kulon, Kecamatan Lohbener, Kabupaten Indramayu harus rela menanggung hidup sebatang kara di gubuk

Tribuncirebon.com/Handhika Rahman
Nenek Cartem (60) yang hidup seorang diri di gubuk kecil berukuran sekitar 3x3 meter di Blok Telukan, Desa Kiajaran Kulon, Kecamatan Lohbener, Kabupaten Indramayu, Jumat (6/12/2019). 
Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman
 
TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Nenek Cartem (60), warga Blok Telukan, Desa Kiajaran Kulon, Kecamatan Lohbener, Kabupaten Indramayu harus rela menanggung hidup sebatang kara di gubuk tidak layak huni.
 
Ditemui Tribuncirebon.com, Nenek Cartem hanya bisa duduk beralaskan tanah di depan gubuk berukuran sekitar 3x3 meter yang lebih mirip seperti kandang ayam.
Gubuk itu hanya berdinding kain yang dibalut pada kayu-kayu yang menjadi kerangka rumah.
Nenek Cartem (60) yang hidup seorang diri di gubuk kecil berukuran sekitar 3x3 meter di Blok Telukan, Desa Kiajaran Kulon, Kecamatan Lohbener, Kabupaten Indramayu, Jumat (6/12/2019).
Nenek Cartem (60) yang hidup seorang diri di gubuk kecil berukuran sekitar 3x3 meter di Blok Telukan, Desa Kiajaran Kulon, Kecamatan Lohbener, Kabupaten Indramayu, Jumat (6/12/2019). (Tribuncirebon.com/Handhika Rahman)
 
Gubuk itu juga tanpa ventilasi udara, udara dan cahaya yang masuk berasal dari lorong pintu yang menjadi akses keluar masuknya Nenek Cartem ke gubuknya tersebut.
 
Gubuk tempat tinggal Nenek Cartem juga tidak memiliki pintu, alas dari rumah kecilnya pun hanya beralaskan tanah. Adapun bagian atasnya rumah itu langsung beratapkan genteng.
Di dalam gubuk kecil itu hanya terdapat terdapat sebuah ranjang yang terbuat dari bambu saja. Tempat itulah yang menjadi alas Nenek Cartem tidur.
 
Saat Tribuncirebon.com mencoba memasuki gubuk kecil tersebut, udara terasa penggap dan bau tidak sedap tercium sangat menyengat.
Nenek Cartem mengatakan, di dalam gubuk itu ia tinggal seorang diri. Suaminya sudah lama meninggal dunia sekitar 10 tahun lebih, ia juga tidak dikaruniai seorang anak.
 
"Saya hidup sendiri, tidak ada siapa-siapa punya saudara juga cuma adanya bibi," ujar dia kepada Tribuncirebon.com saat ditemui di kediamannya, Jumat (6/12/2019).
 
 
Dirinya menceritakan, untuk keperluan makan pun Nenek Cartem mesti mengais dari pemberian orang lain.
Jika tidak ada yang memberi makan, Nenek Cartem harus berpuasa menahan perihnya perut yang kelaparan.
 
Kondisi lumpuh yang dideritanya membuat Nenek Cartem tidak bisa beraktivitas apapun. Ia hanya bisa duduk meminta belas kasihan tetangga sekitar rumah gubuknya itu.
 
"Makan minta, ada yang ngasih saya makan ya makan kalau gak ada yang ngasih ya gak makan," ucap dia.
Nenek Cartem (60) yang hidup seorang diri di gubuk kecil berukuran sekitar 3x3 meter di Blok Telukan, Desa Kiajaran Kulon, Kecamatan Lohbener, Kabupaten Indramayu, Jumat (6/12/2019).
Nenek Cartem (60) yang hidup seorang diri di gubuk kecil berukuran sekitar 3x3 meter di Blok Telukan, Desa Kiajaran Kulon, Kecamatan Lohbener, Kabupaten Indramayu, Jumat (6/12/2019). (Tribuncirebon.com/Handhika Rahman)
Dirinya menyampaikan gubuk tua itu merupakan rumah yang dibangun oleh suaminya dahulu sebelum meninggal.
 
Dahulu meski tetap berbentuk gubuk, tapi ukurannya jauh lebih besar seperti ukuran rumah pada umumnya.
 
Namun, sekitar 3 tahun yang lalu gubuk itu rubuh. Ia kemudian membangun kembali gubuk tempat tinggalnya tersebut dibantu oleh warga setempat.
Gubuk Nenek Cartem
Gubuk Nenek Cartem (Tribuncirebon.com/Handhika Rahman)
 
Kini hanya gubuk tersebut yang menjadi tempat tinggal Nenek Cartem untuk berlindung dari panasnya terik matahari dan dinginnya malam.
 
"Sudah 3 tahun hidup sendirian di gubuk ini," ujar dia.
 
Penulis: Handhika Rahman
Editor: Mutiara Suci Erlanti
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved