Breaking News:

Takut Pohon Tua Tumbang dan Makan Korban, Warga Panjalin Kidul Majalengka Minta Pohon Ditebang

Warga Desa Panjalin Kidul, Kecamatan Sumberjaya, Kabupaten Majalengka. . .

TribunCirebon.com/Eki Yulianto
Pohon jenis jeungjing yang berada di jalan raya Cirebon-Bandung yang berada di Desa Panjalin Kidul, Kecamatan Sumberjaya, Kabupaten Majalengka rawan tumbang. 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNCIREBON.COM, MAJALENGKA - Warga Desa Panjalin Kidul, Kecamatan Sumberjaya, Kabupaten Majalengka berharap pepohonan di jalan protokol Cirebon-Bandung ditebang.

Hal ini dikhawatirkan oleh masyarakat setempat mengingat pepohonan tersebut rawan menjadi penyebab kecelakaan bagi pengendara yang melintas di jalur tersebut.

Salah seorang warga Blok Pesantren, Desa Panjalin Kidul, Faisal (36) mengaku dirinya khawatir banyak ranting pohon kondisinya sudah keropos.

Menurutnya, bisa saja sewaktu-waktu pohon tersebut bisa tumbang dan memakan korban.

"Saat musim hujan datang tentu ketakutan menyelimuti kami warga sekitar saat melaksanakan aktivitas. Kondisi pohon yang usianya diyakini sudah ratusan ini rantingnya banyak yang keropos. Kami berharap instansi berwenang segera menindaklanjuti dengan cara memangkas pohon-pohon yang berada dipinggir jalan," ujar Faisal, Kamis (5/12/2019).

Ia pun menceritakan, kejadian pohon tumbang pernah terjadi di Desa Garawangi, Kecamatan Sumberjaya, Kabupaten Majalengka yang mengenai warga.

Oleh sebab itu, dirinya berharap dinas terkait dapat menindaklanjuti kekhawatiran warga tersebut.

Sementara, salah satu tokoh masyarakat desa tersebut, Kardi Sihir mengusulkan kepada instansi terkait khususnya yang bertanggungjawab menangani hal tersebut.

Namun, usulan tersebut sampai saat ini belum juga ditindaklanjuti. Padahal, warga dan pengguna jalan sudah resah dan khawatir jika pohon berjenis jeungjing itu seketika tumbang.

"Usulan memang sudah kami sampaikan secara tertulis sejak beberapa tahun yang lalu. Tetapi sampai saat ini belum juga ada tindaklanjutnya. Malah kami mendapat informasi kalau penebangan pohon tidak semata-mata dilakukan, karena harus melalui prosedur yang cukup rumit," ucap Kardi.

Mendapatkan informasi tersebut, lanjut Kardi, dirinya mengaku harus menempuh tahap demi tahap yang harus dilalui untuk dapat ditindaklanjuti permohonannya tersebut.

Pasalnya, hal tersebut terbentur dengan undang-undang tentang lingkungan hidup.

"Karena waktu kami meminta untuk ditebang, itu perlu menyediakan berapa ratus bibit pohon untuk kemudian kembali ditanam dilokasi bekas penebangan. Tapi anehnya, banyak diwilayah kota Majalengka asal-asalan saja menebang tapi tetap dibiarkan. Kami meminta minimalnya ranting-ranting pohonnya saja untuk mengantisipasi ranting diatas tumbang," katanya.

Penulis: Eki Yulianto
Editor: Fauzie Pradita Abbas
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved