VIRAL, 3 Bocah Berboncengan Naik Skuter Listrik di Jalan Layang Pasupati Bandung, Ini Kata Grab

Pemandangan sejumlah anak muda menaiki skuter listrik sewaan jadi pemandangan sehari-hari di Kota Bandung saat ini.

VIRAL, 3 Bocah Berboncengan Naik Skuter Listrik di Jalan Layang Pasupati Bandung, Ini Kata Grab
Istimewa
ILUSTRASI - Ridwan Kamil menggunakan skuter listrik berkeliling Gedung Sate 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Pemandangan sejumlah anak muda menaiki skuter listrik sewaan jadi pemandangan sehari-hari di Kota Bandung saat ini.

Sebuah video berdurasi 9 detik viral di media sosial, tiga orang dengan perawakan masih anak-anak, terekam tengah mengendarai skuter di Jalan Layang Pasupati pada Senin (2/12) secara berboncengan. Video direkam pengendara roda empat yang melintas kawasan itu dan merekamnya.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Bandung, Asep Kuswara menerangkan, secara substansi, menggunakan skuter di jalan raya tidak diperbolehkan.

"Harusnya sebatas di jalan lingkungan, jangan sampai di jalan raya‎. Di jalan lingkungan pun harus ada koordinasi dulu," ujar Asep saat dihubungi pada Selasa (3/12).

Saat ini, diakuinya, tidak ada aturan teknis mengatur secara rinci ihwal pengaturan skuter. Baik kategori usia pengguna maupun tempat penggunaannya.

"Memang tidak ada batasan umur tapi penggunaannya harus sebijak mungkin. Masa pakai skuter di jalan raya, riskan terjadi kecelakaan. Itu harus dihindari," katanya.

Mengisi kekosongan hukum itu, ia mengaku sudah berkoordinasi dengan Satlantas Polrestabes Bandung. Koordinasi dilakukan untuk pengaturan supaya penggunaan skuter tidak membahayakan.

"Sudah didata itu punya Grab. Lokasi penyewaanya juga sudah didata. Kami kordinasi dengan polisi supaya penyewa bisa bijak dan tidak sembarangan menyewakan di tempat umum," katanya.

‎Terpisah, dalam keterangan tertulisnya, pihak Grab Indonesia sudah menerima laporan video viral tiga anak-anak menggunakan skuter di Pasupati.

"Mengenai kejadian tersebut, Grab Indonesia akan melakukan investigasi lebih lanjut kepada pihak terkait," ujar Head of Publik Affairs Grab Indonesia, Tri Sukma A.

Ia menyatakan dalam keterangan tertulisnya bahwa peristiwa itu berkategori pelanggaran. Di sisi lain, sejak awal pihaknya sudah membuat aturan terkait penggunaan skuter Grabwheels.

Dylan Carr Cerita Tak Langsung Dioperasi Usai Kecelakaan, Ammar Zoni Geram Dengar Alasannya

Kecelakaan Maut di Tol Cipularang, 6 Orang Tewas dan Satu Orang Masih Dirawat di RSUD Subang

Polisi Masih Mintai Keterangan Korban dan Saksi Kecelakaan Maut Tol Cipali yang Menewaskan 6 Orang

"Sejak pertama skuter listrik Grabwheels hadir di Indonesia, kami sudah memberlakukan berbagai aturan dan inisiatif keselamatan seperti pengguna di atas 18 tahun dan hanya untuk satu orang. Tidak boleh berboncengan," ujarnya.

Di tengah maraknya warga menggunakan Grabwheels dan menuai polemik, ia mengaku sudah menyiapkan langkah-langkah tertentu, Salah satunya, menyiapkan satuan tugas untuk mengawasi penggunaan Grabwheels.

"Grab akan menyiapkan Satgas. Manajer stasiun di beberapa wilayah utama seperti Dago hingga Jalan Riau dan tersebar di beberapa titik lainnya. Mereka akan bertugas mengarahkan dan mengawasi penyewa Grabwheels,"ujarnya. (*)

Editor: Muhamad Nandri Prilatama
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved