Ribuan Narapidana di Jabar Tahun ini Akan Mendapat Pembebasan Bersyarat

Untuk narapidana yang bebas percepatan mencapai 1,200-an orang yang sudah diusulkan

Ribuan Narapidana di Jabar Tahun ini Akan Mendapat Pembebasan Bersyarat
Tribun Jabar/Mumu Mujahidin
Seorang ibu merangkul anaknya yang baru saja bebas dari penjara disaksikan Kalapas Jelekong Gun Gun Gunawan di Lapas Narkotika Klas IIA Jelekong, Jumat (13/9/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha Sukarna

‎TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Ribuan narapidana di Jabar yang tengah menjalani pembinaan, akan mendapat pembebasan bersyarat.

Kemenkumham saat ini sedang menjalankan Crass Program, yang salah satunya, terkait pembebasan bersyarat.

"Jumlah keseluruhan yang diperkirakan bebas tahun ini sekitar 2000-an warga binaan atau narapidana," ujar Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenkum HAM Jabar, Abdul Aris di Jalan Jakarta Kota Bandung, Selasa (3/12).

Dari 2000 orang itu, terbagi dalam dua kategori, yakni bebas reguler dan bebas percepatan. Untuk narapidana yang bebas percepatan mencapai 1,200-an orang yang sudah diusulkan.

"1200-an orang yang bebas percepatan itu dengan catatan per 31 Desember sudah menjalani 2/3 masa tahanan. ‎Kalau tahun depan sudah tidak bisa," katanya.

Program bebas percepatan ini kata dia, merupakan program nasional. Tujuannya, tidak lepas dari mengurangi beban lembaga pemasyarakatan dari over kapasitas.

"Tujuanya salah satunya itu, untuk mengurangi beban lapas yang sudah over kapasitas. Kemudian untuk warga binaan yang keluarganya jauh," kata dia.

Istri Eks Kalapas Sukamiskin Wahid Husen Curhat, Harus Jualan Nasi Uduk Demi Cukupi Kebutuhan Hidup

Sudah Mendekam di Penjara, Eks Kalapas Sukamiskin Kembali Diduga Tersangkut Kasus Gratifikasi Alkes

Adapun bebas percepatan ini khusus untuk perkara tindak pidana umum dan narkotika saja. Sementara kasus terorisme hingga kasus korupsi tidak termasuk dalam program ini.

"Dari 1200-an ini, hukumannya harus di bawah 5 tahun. Dan yang mendapat bebas percepatan ini ada yang hukumannya di bawah 2 tahun hingga 8 bulan," kata dia.

Selain mengurangi beban lapas, bebas percepatan ini juga mampu menghemat biaya makan yang harus dikeluarkan negara bagi para narapidana. Abdul Aris mengatakan, biaya makan sehari untuk seorang narapidana mencapai Rp 15 ribu per orang.

"Tinggal kalikan saja Rp 15 ribu untuk 1200-an orang yang diusulkan bebas percepatan. Kira-kira segitu," katanya.

Napi yang Ditemukan Tewas Tergantung di Kamar Mandi Lapas Pontianak, Diduga Korban Pembunuhan

Demi Kebutuhan Ekonomi, Mamah Muda di Bandung Rela Edarkan Narkoba, Ternyata Jaringan Lapas Ini

Hanya di sisi lain Kemenkum HAM ingin mengurangi lapas over kapasitas dengan bebas percepatan, namun yang akan dihukum lewat pengadilan, justru kembali masuk.

"Ya begitulah. Mudah-mudahan saja jadi semakin sedikit," kata Abdul Aris.

Editor: Mumu Mujahidin
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved