VIDEO - Dampak Musim Kemarau di Cirebon Meluas, Air Setu Patok Menyusut, Jadi Tempat Cari Rumput

Ia datang ke Setu Patok, kata Surip, bukan untuk mencari ikan atau keong, tapi untuk menyabit ruput yang tumbuh subur tersebut untuk pakan ternak

Laporan wartawan Tribun, Hakim Baihaqi

TRIBUNCIREBON.COM -Musim kemarau panjang masih berdampak ke sejumlah wilayah di Kabupaten Cirebon‎, tidak terkecuali di Setu Patok, Desa Setupatok, Kecamatan Mundu, yang terus mengalami penyusutan volume air.

Setu Patok yang memiliki luas 65 hektare dan kapasitas daya tampung 1,9 juta meter kubik (m3) kini hanya memiliki air seluas kurang dari 1 hektare dengan ketinggian hanya satu meter.

Surip (65), warga Desa Setupatok, setiap hari mendatangi Setu Patok sejak dua bulan terakhir lantaran danau tersebut kini ‎ditumbuhi rumput liar.

Ia datang ke Setu Patok, kata Surip, bukan untuk mencari ikan atau keong, tapi untuk menyabit ruput yang tumbuh subur tersebut untuk pakan ternak domba serta sapi.

"Setu Patok sekarang kayak padang rumput, lebih banyak rumput daripada airnya," kata Surip saat ditemui di Setu Patok, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon, Kamis (27/11/2019).

Surip mengatakan, untuk menjangkau tengah Setu Patok‎, ia tidak berjalan kaki, melainkan  menunggangi sepeda motor, karena jarak dari lokasi tempat menyabit rumput dengan jalan, sejauh 200 meter.

"Tahun kemarin tidak bisa, sekarang lebih parah," katanya.

Warga lainnya, Ahmad Nugraha (36), imbas penyusutan volume air di Setu Patok‎ berdampak ke volume air di sumur miliknya, bahkan terjadi sejak September 2019.

Akibatnya, kata Ahmad, ia tidak menggunakan air sumur yang berada di rumahnya dan terpaksa memakai air galon isi ulang atau suplai bersih dari pemerintah.

Halaman
12
Penulis: Hakim Baihaqi
Editor: Machmud Mubarok
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved