Berita Cirebon

51 Desa di Kabupaten Cirebon Terdampak Kemarau Panjang, BPBD Tetap Pasok Air Bersih

Kekeringan yang mengakibatkan air bersih berdampak di 51 desa dari 14 kecamatan di Kabupaten Cirebon.

51 Desa di Kabupaten Cirebon Terdampak Kemarau Panjang, BPBD Tetap Pasok Air Bersih
Tribuncirebon.com/Hakim Baihaqi
Warga Desa Blok Sampiran membawa jeriken dan ember berdatangan ke lokasi sumur pantek untuk mendapatkan air bersih. 

Laporan wartawan Tribun Jabar, Hakim Baihaqi

TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cirebon, menyebutkan, bencana kekeringan akibat musim kemarau panjang, di Kabupaten Cirebon‎ semakin meluas.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cirebon, Dadang Suhendra, mengatakan,‎ kekeringan yang mengakibatkan air bersih berdampak di 51 desa dari 14 kecamatan.

"Ini jauh lebih banyak dibandingkan dengan tahun lalu, bahkan empat kali lipat lebih banyak," kata Dadang saat ditemui di Komplek Perkantoran Pemkab Cirebon, Kecamatan Sumber, Selasa (26/11/2019).

Disindir Lucinta Luna, Gebby Vesta Ngamuk Pamerkan Paspor Muhammad Fatah: Bencong Halu!

14 kecamatan yang terdampak bencana kekeringan, di antaranya, Kecamatan Kapetakan, Gunungjati, Suranenggala, Greged, Beber, Gegesik, Kaliwedi, Slangit, Suranenggala, Talun, Ciwaringin, Mundu, dan Jamblang.

Dadang mengatakan, seluruh warga di wilayah yang kesuli‎tan air bersih mendapatkan pasokan air bersih lebih dari dua kali pengiriman dalam satu pekan.

70 ASN Pemkab Cirebon Akan Berlaga di Pekan Olahraga dan Seni Perbatasan, Ini Harapan Bupati Cirebon

"Paling banyak saat ini‎ di wilayah utara dan daerah atas seperti Greged dan Beber," katanya.

Dadang mengatakan, hujan yang mengguyur Kabupaten Cirebon tidak merata, sehingga tidak belum membebaskan warga dari kekeringan. "Ini kan musim pancaroba peralihan, intesitas juga belum tinggi," katanya.

DAFTAR Top Skor Liga 1 2019, Marko Simic Perkasa Dengan 24 Gol, Alex Dos Santos Mulai Paceklik Gol

Hujan yang beberapa kali mengguyur sebagian wilayah Kabupaten Cirebon pun berintesitas ringan dan berlangsung kurang dari 30 menit.

Hasil pemetaan yang dilakukan oleh Tim Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Cirebon, krisis air bersih terjadi mulai Juni dan Juli 2019, berbeda dengan tahun lalu yang terjadi antara Agustus dan September.

Halaman
123
Penulis: Hakim Baihaqi
Editor: Mutiara Suci Erlanti
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved